Sesungguhnya kebenaran "Kisah saya ini" bisa dibuktikan bagi anda yang meyakini.

.
http://kisahmencarituhan.blogspot.com.
.

Karena Allah Maha Bijak.
.
Dimana
"akal" manusia ada batasnya.
.
.
Maka kalau bukti secara tertulis
.
. masih juga ragu !
.
Masih ada lagi tawaran,
.
yaitu pembuktian secara ghaib.
.
.
Itulah bukti bahwa
Al Quran "menakjubkan".




"Tidak ada Tuhan selain Allah"
.
kalimat diatas jika dicerna hanya dengan akal saja tanpa hikmat, maka merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar lagi !
.
.
.
"Kisah nyata"
.
Perjalanan menuju kebenaran
.
yang abadi.
.
.
.
Awalnya saya adalah seorang muslim, anak seorang Imam besar disalah satu kota propinsi di Indonesia.

Dimana Ayah saya, yang saya panggil "Abi" adalah keturunan Arab, dan nama saya Husen Al-Habsyi, dan keluarga kami sangat dihormati dikalangan Muslim di kota kami.

Tapi untuk apa semuanya itu ? kalau tidak pernah tahu kebenaran yang tertutup tanpa akhir, kalau bukan dari kita sendiri yang mencari kebenaran itu dengan hati tulus dan ikhlas.

Hal itu dimulai sejak saya tahu dan percaya "Dia"lah Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan.


Dialah Tuhan Yesus Kristus Juru selamat manusia, maka saya mau semua orang tahu, jangan dikalahkan sama Dadjal, syaitan atau apapun.


Inilah ringkasan riwayatku dalam mencari "Tuhan".
Awalnya hidupku tanpa arah tujuan yang pasti, karena hidup dalam kedustaan yang tertutup, yang membuatku tidak tenang dalam menjalani hidup ini.

Dengan rutinitas keseharian yang menjenuhkan, karena hidup hanya berdasarkan Syariat-syariat yang keras tanpa hasil yang nyata, ada apa sebenarnya dengan keadaan ini ?

Saya yang sejak kecil diajarkan Syariat yang sebenar-benarnya dengan aturan yang sangat keras sekali, tidak seperti keadaan umat muslim disekeliling saya tinggal.
Sejak kecil saya sudah tertanam dengan kuat dalam Iman dan pikiran bahwa "Tidak ada Tuhan Selain Allah".
Karena kalimat tersebut sudah merupakan sebuah kesimpulan bagi saya dulu, maka tidak akan mungkin terpikir mengapa saya harus mencari Tuhan lagi !


Dengan berjalannya waktu sampai saya diusia dewasa tetap saya menjalankan semua yang diajarkan, rutinitas membuka ayat-ayat AlQuran untuk melakukan pengajian secara pribadi itu suatu kebiasaan yang saya lakukan.
Oleh karena itulah, maka saya selalu mencari ada apa dibalik misteri kebenaran yang sesungguhnya dan ada apa dengan jalan Shiraathum mustaqiim yang sesungguhnya ?
Dimana saya selalu apabila mengkaji AlQuran pada surat pertama yaitu minta ditunjukan jalan Shiraathum mustaqiim, hal itu diulang-ulang dari saya kecil sampai dewasa !

.
Setelah sekian lama saya mempelajari AlQuran kemudian timbul lagi dalam pikiran saya bahwa kami umat Mumin harus mengImani semua Kitab selain AlQuran yaitu Taurat, Zabur dan Injil, tetapi apa yang saya harus Imani sedangkan memegang saja tidak pernah, itulah yang ada dalam logika pikiran saya.
Memang kenyataannya saya sadari bahwa anjuran baca Injil diabaikan bahkan dilarang oleh abi dan semua saudara muslim pada umumnya, jadi ada apa dengan Injil ?, itulah pikiran saya selama itu.

.
Kenapa anjuran membaca Injil seperti tertulis di Q.5:68 tidak pernah dilakukan ?, padahal dari Injillah kita bisa tahu kebenaran yang tertutup selama ini.


Singkat cerita.
Karena larangan itu, maka saya ingin tahu ada apa dengan Injil ?

Hal itu terus berkecamuk dibenak saya, hampir semua saudara dari abi maupun umi yang saya tanya tentang Injil, selalu mereka bilang Injil sekarang sudah palsu dan katanya sudah diselewengkan dari isi yang sebenarnya, jawaban itu tidak memuaskan saya karena tanpa ada bukti yang mana aslinya ?

Dari hari kehari selalu dalam benak saya bertanya-tanya, mengapa Injil seakan ditakuti untuk dibaca, apagunanya kalau selama ini saya sudah punya keyakinan kuat yang sempurna ?

Oleh karena itu mengapa saya harus takut hanya soal baca Injil saja !, apalagi Injil yang dikatakan itu sudah palsu, berarti tidak punya kehebatan lagi, itulah pikiran saya waktu itu.


Suatu saat saya ambil keputusan untuk membaca Injil dan pelajari.

Singkat cerita, tanpa harus saya sebutkan bagaimana cara dan dari siapa saya bisa mendapatkan Injil itu, memang unik ceritanya yang pasti itu saya yakini adalah Jalan Tuhan.

Akhirnya setelah saya mendapat Injil tersebut, suatu malam sebelum saya membuka Injil dengan rasa was-was, saya memohon kekuatan dan mohon ampun kepada Allah yang saya yakini, kalau saya memang berdosa membaca Injil, karena seumur hidup saya baru pernah memegang Injil dan membukanya dimalam itu.

Kemudian dengan tekat dan hati yang tulus penuh keikhlasan, saya harus baca Injil itu dan saya ber doa layaknya seperti mau membuka AlQuran, untuk menyingkirkan Dajal, syaitan yang setiap saat mengganggu agar kita lupa dengan kebenaran-kebenaran yang hakiki.

Mulailah saya baca Injil, saya pelajari ayat demi ayat dengan benar dan teliti sampai berulang ulang ulang dan ber ulang lagi, dan pada akhirnya datang keinginan saya dari dalam hati, ingin bertanya siapa Yesus Kristus ? Tuhan kah Dia ???

Tapi saya tidak tahu bagaimana caranya, dalam pikiran saya kalau bertanya kepada orang Nasrani, dengan pasti mereka bilang Tuhan, kalau bertanya sama Abi dan Umi atau saudara pasti saya dikatakan kafir atau ditanya macam-macam seperti yang saya sudah alami, hal itu disebabkan memang sudah tertanam pengertian sesuai dengan bunyi kalimat yaitu "Tidak ada Tuhan selain Allah !"

Rasa keingin tahuan itu selalu datang dan semakin kuat.



Perjalanan hidupku baru dimulai.
Pada suatu malam hari pukul 01.00, saya berwudhu, ingin ber Tahadjud, karena dengan cara ini lah saya anggap benar untuk bertanya hanya kepada Allah yang saya yakini selama ini, niat dimalam itu timbul setelah beberapa hari saya membaca Injil tetapi masih juga ragu akan kebenarannya, oleh karena saya "ingat" apa yang tertulis di Q.2:46, dengan lugunya ayat tersebut saya baca berulang-ulang sambil dihayati akan pengertian dari maknanya, sehingga Q.2:46 saya anggap benar untuk menemui Tuhan yang sebenar-benarnya "Tuhan"!

Setelah saya berwudhu dan mau melakukan awal shalat Tahadjud, yang terjadi diluar dugaan saya sama sekali, saya merasa takut yang tiba-tiba dan kemudian kejadian yang saya rasakan takut teramat sangat / dimalam itu adalah ketakutan yang luar biasa dalam hidup saya, yaitu dengan mata telanjang dan kesadaran penuh saya menyaksikan sosok bayang putih dengan jelas dan agak samar dibagian atas dan bawah, ber jalan-jalan didepan saya dalam kamar yang agak gelap dengan keadaan temaram hanya cahaya luar lewat dari kisi kisi jendela.

Dalam ketakutan saya sadar inikah syaitan ?, yang terus mengganggu dan menghalangi keinginan saya, dalam ketakutan tersebut saya langsung mengucapkan Ayatulqursi, Yasiin , Al Faatihah, doa syalawat nabi serta doa-doa kecil lainnya, akan tetapi yang terjadi bayangan tersebut semakin banyak dan semakin dekat, oleh karena itu terakhir saya mengatakan nabi Isa tolong saya, tetapi tetap saja keadaan semakin mencekam !

Dalam ketakutan yang sangat terdesak oleh syaitan tersebut, dalam pikiran saya terlintas minta pertolongan Tuhan Yesus, tetapi dalam benak pikiran saya timbul juga perlawanan : apa gunanya, Yesus itu bukan Tuhan saya !

Dengan berjalannya waktu menit demi menit dan ketakutan semakin menjadi-jadi, timbul dalam hati dan pikiran saya apa salahnya saya menyebut nama Yesus, sedangkan saya dalam Tahadjud juga mau bertanya akan nama tersebut kepada Allah ?

Oleh karena keadaan tersebut agak cukup lama serta semakin amat sangat ketakutan dan apa yang sudah saya lakukan tidak ada perubahan, maka saya langsung mencoba minta pertolongan "Tuhan Yesus", karena saya niat bertanya dan ingin tahu benarkah kebesaranNya, dan kemudian mulut saya berkata: atas nama Tuhan Yesus keluar dan usir roh jahat syaitan, Dajal atau apapun yang menghalangi keinginan niat saya, untuk menemui Mu !


Ket,
Sebelum saya mengucapkan perkataan tersebut, dikarenakan saya ingin bertanya siapa "Yesus" Dia ?, apabila Dia "Tuhan Yesus" dan benar-benar ada, sehingga saat itu dalam pikiran saya terlintas mau tahu, apakah Dia bisa tolong saya ?, dan saya disaat itu yakin bila benar, pasti "Tuhan Yesus" bisa tolong saya.


Pengetahuan hal tentang kuasa atas nama "Yesus", pada saat itu bisa timbul dalam pikiran saya, oleh karena saya sudah membaca Injil.


Jadi saya bisa simpulkan bahwa setiap orang yang membaca Injil dengan benar dan hati Ikhlas maka akan tahu makna dari kuasa nama "Yesus", rupanya hal itu yang membuat syaitan sejak dulu berusaha menghalangi saya untuk membaca Injil, dan misteri penghalang tersebut terjadi sampai saat ini kepada hampir semua pembaca AlQuran, dimana masalah tersebut tanpa disadari oleh hampir semua orang Mumin, seperti saya dulu.


Dimalam itu setelah mengucapkan kalimat perintah pengusiran syaitan atas nama Yesus, kemudian tidak beberapa lama bayangan syaitan seperti keadaan sebelumnya sirna dan keadaan itu bisa dilalui dengan tenang serta perasaan takutpun hilang.

Kemudian saya mengulangi lagi ambil wudhu, maka dengan kesadaran penuh saya mulai berTahadjud, kali ini saya ingin berTahadjud menemui Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan !
Dalam Doa saya memohon kepada Allah Tuhan yang selama ini saya sembah dan percaya, seperti Tahadjud yang selama ini saya lakukan tetapi tidak ada satu Tahadjud sayapun yang didengar, "mungkin kali ini" adalah Tahadjud yang benar !, itulah yang ada dalam benak pikiran saya malam itu.
.
Di tengah malam itu setelah menyelesaikan dua rakaat, kira-kira pukul 02.00, saya berkata kepada Allah dalam Tahadjud tersebut:
Ya Allah saya mohon tunjukan dan perlihatkan sedikit bukti, apa benar "Tuhan Yesus" itu Tuhan ? dan benarkah "Dia" ada ??

.
Saya terdiam dalam beberapa saat, kemudian Mujizat itu benar nyata buat saya, dengan perasan terharu menyaksikan itulah "Dia" Tuhan Yesus datang menampakan wujud dihadapan saya, benar Dia Tuhan !

Karena saya tidak pernah seumur hidup melihat wudjud nyata seperti yang saya lihat dihadapan saya, wangian yang tercium begitu damai, sejuk dalam hati, perasaan saya saat itu sangat "terharu".
Terima kasih Tuhan, Kau telah datang kepadaku sungguh Kau sangat mengasihiku.
Dialah Tuhan yang sebenar-benarnya "Tuhan" !
Dimana wujud dari Tuhan Yesus yang saya lihat sama dengan gambar-gambar yang dimiliki teman saya yang Nasrani, tetapi wujud yang saya lihat dimalam itu sungguh sangat menajubkan sekali melebihi gambar-gambar tersebut.

Tuhan Yesus penyelamat manusia, maka percayalah dengan janji Tuhan : Janji Tuhan Yesus, yang berjanji damai di bumi bahagia di Surga.
Jangan pernah ragu dengan kasih Tuhan, yakin dan percaya Dialah Tuhan Yesus juru selamat.
Mulai saat itu saya menjalani hidup tanpa beban, damai sejahtera.
Saya yakin kita percaya pasti Tuhan Yesus dekat dan selalu memberi pertolongan buat kita, dan untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan sayapun sangat rindu ke gereja untuk mendengarkan FirmanNya.

Kemudian saya mulai mencari tahu tentang gereja dengan sangat hati-hati.
Entah kenapa selalu ada jalan, maka saya bertemu dengan seseorang yang mendapatkan keyakinannya terhadap Yesus hampir sama seperti saya, pertemuannya juga tanpa terduga, dan maaf tidak saya sebutkan namanya.


Dari orang tersebut saya banyak mendapat penjelasan semua tentang gereja-gereja yang ada di Indonesia, mulai dari kelompok, tata Ibadah, karunia dari kelompok masing-masing gereja serta hubungan komunitas antar orang-orang yang datang kegereja yang bersangkutan, berdasarkan dari salah satu pertimbangan tersebut, maka saya coba mencari gereja Kristen Katholik yang jauh dari kotaku.
.
Pertimbangan tersebut karena saya masih sangat takut akan ketahuan keadaan saya sekarang, sehingga saya masih mencari situasi dimana orang-orang tidak terlalu tahu tentang saya, walaupun itu saya sadari adalah kekurangan bahkan kesalahan bagi mereka yang percaya Tuhannya.


Dalam doa, saya selalu mohon agar Tuhan Yang Maha Tahu memakai saya dengan cara Tuhan untuk bersaksi.
Alhasil sudah ada beberapa situs yang saya buat di Internet yang dapat dikunjungi.

Haleluya Puji Tuhan saya bisa dijamah Tuhan.
Karena Tuhan Maha Tahu, pengalaman inilah Mujizat terbesar dalam hidup saya, yang sebelumnya tidak pernah terpikir sama sekali untuk bisa percaya bahwa Yesus Kristus itu adalah Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan.

Karena sejujurnya sebelum Mujizat itu datang di malam Tahadjud, saya paling benci dengan nama Yesus beserta para pengikutnya.

Tetapi setelah saya renungkan dan rasakan sekarang ini, bahwa Allah Maha Baik memberikan rahmatNYA kepadaku, tentang rahmatNYA itu memang sudah tertulis didalam Injil maupun tertulis dengan jelas di AlQuran setelah saya analisa.

Terima Kasih Tuhan Yesus, Engkaulah yang sebenar-benarnya Tuhan.
Tuhan menyertai dan memberkati kita semua,Amien.
.
Marilah kita kembali kehati yang fitrah, hati yang belum dikotori dengan kebohongan yang menyesatkan.
Ikhlaskan hati, Tuhan Yesus penuh kasih, Dia Maha Tahu, mintalah pertolonganNya, pasti kebohongan akan terungkap.
.
Cobalah mohon petunjuk dalam Tahadjud, mintalah kepada Allah dibuktikan dengan bertanya dengan benar dengan nama asli yang Allah berikan yaitu "Yesus Kristus".
.
Buat yang mau tahu lebih banyak dari kisah saya dan perjalanan hidup saya, sampai saya bisa menemui Tuhan yang sebenar-benarnya "Tuhan" , nanti akan saya berikan alamat untuk menghubungi saya.
Suatu ketika sudah saatnya tiba, saya akan memberikan kesaksian tersebut secara terbuka untuk umat manusia semua.

Inilah sebagian dari kisah saya dan masih banyak lagi kejadian-kejadian yang nyata saya rasakan setelah saya benar-benar punya Tuhan, yaitu Tuhan Yesus.
Haleluya Puji Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati, Amien.
By: Husen ALHABSYI.
.
.
.
.
.
.
..
.
._________________________

.

Q. 38. SHAAD : 88

Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Quran setelah beberapa waktu lagi.

Ayat ini sudah ada lebih dari 1000 tahun yang silam, yang sudah pasti berlaku dari generasi kegenerasi sampai hari ini.

Misteri ayat tersebut (Q.38:88) dapat dimengerti maksudnya, bahkan bisa menjadi kenyataan bagi anda yang mau memahami dengan benar ayat-ayat Al Quran mulai "saat ini".


.
.
"Bacaan Hakekat".
.
.
Misteri
.
Antara logika dan ayat Mutasyabihat.
.
.
"Allah Maha Tahu"
.
bahwa akal manusia ada batasnya !
.
.
Maka hanya dengan jalan Tahadjud
.
untuk mendapatkan jawaban
.
yang hakiki.
.

Setelah saya pribadi mengalami kenyataan Tahadjud :
Sekarang saya sudah tahu akan misteri yang terjadi disaat ini yaitu "larangan membaca Injil", bahwa hal ini disebabkan adanya kekuatan lain selain Roh Allah yang mempengaruhi orang agar menghindar dari Kitab Injil, sehingga orang yang terpengaruh tanpa sadar bisa mengatakan dengan berbagai macam alasan tanpa bukti yang sah akan kebenarannya, yaitu dengan tujuan tidak lain supaya orang lain terpengaruh juga sehingga tidak mau membaca Injil Kristus.

Keadaan tersebut sudah terjadi sejak dahulu saya masih sekolah, bahkan sampai saat ini misteri tersebut tanpa disadari oleh hampir semua orang Mumin, ada apa penyebabnya ?


Hal tersebut tidak mengherankan, sebab kenyataannya Kitab Injil apabila hendak dibaca, tanpa ada aturan apalagi peringatan tertulis, hanya saja dianjurkan oleh para orang-orang yang tahu agar terlebih dahulu ber doa supaya mendapat Hikmat Allah.

Akan tetapi Kitab AlQuran sejak di zaman itu sudah ditekankan dengan adanya aturan dan peringatan sebelum membacanya, yaitu terlebih dahulu meminta perlindungan kepada Allah sebelum membaca, tertulis di Q.16:98.

Hal itu disebabkan Kitab AlQuran mengungkap misteri tentang Manusia Illahi, yang tidak disukai oleh kekuatan syaitan yang sangat jahat / anti Roh Allah.
.
Q.16:98 >> Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

Ayat diatas jelas merupakan sebuah saran kepada siapa saja yang akan membaca Al Quran, agar berhati-hati terhadap godaan syaitan bagi siapa saja yang mengkajinya.
.
Mengapa pembaca Al Quran harus diingatkan akan godaan syaitan ?, jadi ada apa sesungguhnya dengan isi Al Quran sehingga syaitan mengganggu orang yang membacanya ?
Misteri inilah yang harus kita ketahui dan jangan meremehkan makna dari ayat tersebut (Q.16:98).
.
Jadi sesungguhnya AlQuran itu secara tersamar menjelaskan siapa Isa yang sebenarnya disaat "Dia" berada di dunia sebagai manusia sebelum AlQuran ada, yang terlebih dahulu sudah dikenal di dalam Kitab Injil dengan nama asliNya Yesus Kristus.
Dimana dalam AlQuran nama Isa adalah gambaran Yesus Kristus dari sudut pandang sosok sifat kemanusiaan biasa saja, yang di pertegas dengan sebutan "Isa putera Maryam".
.
Jadi setiap orang yang mengikuti perintah tersamar di Q.5:68, yaitu membaca Injil dengan tulus maka akan mengerti dengan sejelas-jelasnya siapa "Isa" dalam Al Quran dan siapa Yesus Kristus dalam Injil Kristus.
.
Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa Al Quran bertujuan menyingkap kembali dengan cara bertahap dan tersamar, siapa sesungguhnya Yesus Kristus yang tertulis di Injil .
Oleh karena asal usul Yesus Kristus jelas berasal dari Rohu'lkudus / Roh Allah (Injil Matius 1:20 / Q.19:17) maka dengan pasti bahwa musuh Allah yaitu kekuatan yang jahat syaitan / Dadjal akan mempengaruhi setiap pembacanya agar membenci tanpa alasan dan menolak semua yang berhubungan terhadap gambaran dari Yesus Kristus, disaat pembaca lengah sehingga menjadi sulit menerima penjabaran tersamar bahwa suku kata "Dia" dalam Al Quran untuk menunjukan gambaran ke-Illahian dari Yesus Kristus, yang namaNya sudah ada 500 tahun sebelum ada Al Quran !
Dengan demikian seringkali tanpa disadari ayat-ayat tentang nabi Isa dalam Al Quran menjadi bahan perdebatan.
.
Contoh ayat Q.19:35, yang bertujuan untuk menjelaskan bahwa: "Dia" dalam ayat tersebut adalah Yesus Kristus !
.
Q.19:35 >> Tidak layak bagi Allah mempunyai anak. Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia.
.
Ayat diatas secara ringkas sesungguhnya untuk menjabarkan bahwa memang tidak layak bagi Allah untuk menciptakan anak manusia yang "Suci" dari benih anak manusia juga yang ada di bumi ini, karena semua manusia telah berdosa !
.
Sehingga jelas Dia Anak manusia "Suci" dengan nama Yesus Kristus diciptakan dari Roh Allah / jelmaan Rohu'lkudus.
Oleh karena itu untuk menunjukan bahwa "Dia" adalah gambaran dari Yesus Kristus di Injil, maka ayat tersebut menegaskan dengan kalimat: ...."hanya berkata"..... !
Dimana kita tahu bahwa Allah adalah "ZAT" dan Maha Segalanya, maka jelas kalau Allah menetapkan sesuatu: "Tidak perlu berkata lagi tetapi hanya cukup berkehendak saja sudah pasti jadi !"
.
Maka jelaslah bahwa "Dia" dalam ayat tersebut (Q.19:35) menunjukan sifat manusia yang mempunyai mulut dan mempunyai kodrat ke-Illahi'an !, yang tidak lain merujuk kepada Yesus Kristus yang sudah tertulis di Injil 500 tahun sebelum ada Al Quran.
Di dalam Injil, Manusia Yesus Kristus kalau mau menetapkan sesuatu cukup hanya dengan berkata saja, misalnya menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, dll.
.
Jadi ayat diatas (Q.19:35) jika anda tidak hati-hati membacanya maka anda akan sulit memahami untuk membedakan tentang siapa "Dia" dan siapa Allah dalam Al Quran, bahkan tidak tanggap terhadap penegasan akan kebenaran kisah kebangkitan Yesus Kristus di Injil (yang tertulis dengan "Isa" di Al Quran) pada ayat sebelumnya Q.19:33 & 34 .
Dimana kebangkitanNya menunjukan kembalinya Dia ke-asalNya dengan keadaan utuh / berikut ragaNya.
.
Oleh karena itu jika anda tidak percaya akan kebangkitan Yesus Kristus untuk kembali keasalNya surga, maka anda tidak akan mungkin mengerti bahwa hanya Yesus kristus saja yang dapat diperseketukan dengan Allah, dikarenakan "Dia bukan makhluk dunia" yang seperti layaknya manusia biasa bahkan Nabi-nabi sekalipun dimana jasadnya setelah ajal tetap berada dibumi.
Hal itu sudah ditegaskan dengan kalimat:
Allah tidak dapat dipersekutukan oleh makhluk apapun "yang ada di dunia ini".
.
Jadi perlu anda ketahui bahwa sumber penyebab yang mempengaruhi orang supaya menolak asal usul Yesus Kristus, sudah dikatakan terlebih dahulu di "Alkitab" 1Yahya 4 : 3
.
1 Yahya 4 : 3 >> dan tiap-tiap roh, yang tiada mengaku Yesus itu, bukanlah daripada Allah, melainkan inilah roh si Dadjal. (Injil cetakan 1971 ejaan lama)
.
Ayat tersebut jelas menunjukan bahwa roh "Dadjal" yang bertugas mempengaruhi manusia supaya menyangkal bahwa Yesus Kristus bukan dari Allah, dengan cara supaya siapapun tidak mengakui akan kembaliNya Yesus Kristus secara total / raga ke asalNya Sorga.
Sehingga orang yang terpengaruh akan menyangkal kebangkitan Yesus Kristus dari kuburNya.
.
Hal itu tidak mengherankan, sebab tanpa disadari juga oleh para pembaca Al Quran, sehingga dengan berbagai macam alasan para pembaca menyangkal akan ayat Al Quran yang tersamar tentang penjelasan kebangkitan Yesus Kristus yang tertulis dengan nama "Isa" yang terdapat di dalam Al Qurannya sendiri (Q.19:33 & 34).
.
Q.19:33 >> Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".
.
Q.19:34 >> Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang merek berbantah-bantahan tentang kebenarannya.
.
Jika kita telah membaca ayat 33, maka kekuatan jahat Dadjal akan mempengaruhi kita, sehingga kita bisa membantah dengan alasan apapun tentang kebenaran dari kebangkitan Yesus Kristus yang tertulis di Injil dan yang tertulis di Al Quran 19:33 dengan nama "Isa".
.
Ket: Dadjal adalah roh yang mempengaruhi manusia, agar manusia menyangkal Yesus Kristus, sehingga manusia yang terpengaruh berpendapat bahwa Yesus Kristus bukan dari Allah. (tertulis di 1 Yahya 4:3 / Alkitab cetakan 1971 ejaan lama)
.
Itulah suatu bukti bahwa semua ayat-ayat Al Quran yang menyangkut tentang gambaran "Yesus Kristus" yang tertulis tersamar dengan nama "Isa" sangat rawan terhadap gangguan "roh si Dadjal", oleh karena itu akan menjadi bahan perdebatan sehingga merupakan suatu dilema tanpa akhir, yang akhirnya juga tanpa disadari oleh pembaca Al Quran yaitu tidak lain berujung kepada penolakan akan sebuah nama asli "Yesus Kristus" yang berasal dari pemberian Allah !
.
Akan tetapi sesungguhnya kalau kita membaca Al Quran dengan "akal" seharusnya kita berpikir dahulu sebelum membantah ayat 33 (sebab mulai di zaman itu Al Quran itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang bertakwa yang belum terpengaruh terhadap Yahudi maupun Nasrani), jadi kalua tidak dikaji dengan teliti maka kita tidak sadar dengan apa yang kita bantah, dengan demikian kita telah mendustai ayat Al Quran itu sendiri ! (Q.69:48-49)
Sebab Allah sudah mengatakan akan kebenarannya di ayat 34, jadi janganlah kita seperti "mereka" yang berbantah-bantahan tentang hal itu !
. .
Coba kita pikirkan tentang isi dari Q.19:33: semua nabi bahkan kitapun "semua manusia kalau mati nanti di hari kiamat" akan di bangkitkan, mengapa kalau Isa manusia biasa mengatakan seperti kita harus dibantah mereka sejak di zaman itu ???
Jadi maksud dari kebangkitan yang manakah yang dibantah oleh mereka ?
Dengan demikian jelas yang dimaksud kebangkitan sebenarnya adalah kebangkitan yang tertulis di Injil: bahwa Yesus Kristus memang bangkit dari kuburNya !
Itulah yang dibantah mereka, sebab di zaman itu mereka memang sudah kafir terhadap Isa (gambaran Yesus Kristus), tertulis di Q.4:156.
.
Oleh karena itu kalau kita tidak membaca Injil Kristus maka kita akan mengalami sebuah dilema tanpa berkesudahan, akibat dari terpakunya pemikiran dan pandangan kita karena kalimat "Isa putera Maryam", sehingga kita menganggap juga bahwa Yesus Kristus hanya manusia biasa saja.
.
Dimana sifat dari kodrat keIllahian nabi Isa hanya di jelaskan sekilas saja di dalam Al Quran yaitu di Q.3:49, dalam ayat tersebut membuktikan bahwa nabi Isa hanya satu-satunya nabi dalam Al Quran yang mempunyai sifat ke-Illahian, yaitu dengan melakukan mukjizat langka, membuat burung dari tanah dan menghidupkan orang mati, sehingga jelas hanya nabi Isa saja yang melakukan hal tersebut walaupun tertulis seizin Allah.

Oleh karena singkatnya kisah tentang nabi Isa, maka setiap pembaca AlQuran tidak akan mendapatkan makna dari sifat ke Illahian nabi Isa yang hakiki, sebab hanya ada kisahnya di dalam Injil dengan nama AsliNya Yesus Kristus.

Oleh karena bicara masalah kitab Suci indentik dengan keberadaan Tuhan, dan Tuhan adalah "Roh", dimana dalam alam roh arti sebutan sebuah nama sangat berperan / penting !


Hal itu nyata setelah saya mengalami sendiri suasana mencekam dalam Tahadjud, maka saya tegaskan bahwa nama "Isa" tidak ada kuasanya terhadap syaitan, akan tetapi kenyataan yang saya alami hanya nama "Yesus " yang ada di Injil Kristus sangat berpengaruh dan berkuasa di "alam roh", sehingga dengan nyata saya alami bahwa syaitan takluk dibawah kuasa namaNya, sebab memang karena ada kuasa di dalam nama "Yesus" sehingga merupakan salah satu bukti bahwa "Dia" adalah Tuhan, yang sosokNya pernah hadir dalam alam kehidupan nyata dimensi manusia.

Hal itu sangat jelas tertulis di AlQuran surat 16 AN NAHL ayat 99

Q.16:99 >> Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang ber iman dan bertawakkal kepada Tuhannya.

Ayat tersebut memang nyata dan saya alami sendiri bahwa Tuhan yang dikenal di dalam nama "Yesus" ada kuasa mengusir kekuatan syaitan yang mengganggu dimalam saat saya Tahadjud !!

Dengan demikian saya tegaskan bahwa jelas apa yang tertulis dengan disebut "Tuhannya" di Q.16:99 tidak lain menunjukan secara samar-samar yaitu Tuhan Yesus Kristus, karena itu kalau anda meyakini Al Quran adalah "perkataan Allah", oleh sebab itu Allah sendiri mengatakan di ayat tersebut dengan sebutan Tuhannya, jadi hal inilah supaya pembaca Al Quran memahami siapa Tuhan mu itu ?

Oleh karena itu Allah sendiri sudah mengatakan di Q.3:18 dengan tersamar bahwa "Dia" adalah Tuhan yang tidak lain adalah Yesus Kristus.

Q.3:18 >> Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang menegakkan keadilan. ........ .

Disinilah harus kita ketahui, bahwa Yesus Kristus setelah bangkit dari kubur (sudah dalam dimensi alam kekal / Bathin) kemudian "Dia" menampakkan diri untuk menyatakan diriNya supaya orang-orang para saksi hidup serta semua orang yang membaca kisahNya mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan yang berkuasa atas sorga dan bumi (Injil Matius 28:18 dan tergambar di Q.3:45).

Injil Matius 28:18 >> KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan bumi.

Q.3:45 >> ...... Al Masih 'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan salah seorang di antara orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).


Jadi jelas setelah Yesus Kristus bersabda di Injil Matius 28:18 dan 500 tahun kemudian Al Quran menegaskan kembali bahwa hanya "Isa" seorang saja yang terkemuka di dunia dan akhirat.

Oleh karena itu di ayat sebelumnya Q.16:98, jelas bahwa Allah tempat saya dan anda untuk meminta / memohon, seperti dalam Tahadjud : saya meminta / memohon kepada Allah yang saya yakini untuk ditunjukan bukti kalau memang "Yesus" itu Tuhan !.

Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa Q.16:98 dan Q.16:99, menggambarkan bahwa Al Quran di zaman itu diturunkan untuk semua orang yang berserah total kepada Allah, tetapi belum mengenal Tuhannya yang telah diberi kuasa atas surga dan bumi termasuk segala mahluk di dalamnya.

Sehingga mulai hari ini juga setelah anda membaca dan mempelajari penjabaran singkat di atas, maka sudah saatnya anda mengetahui kebenaran dari Al Quran itu.

Q.38:88 >> Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Quran setelah beberapa waktu lagi.

Perlu anda ketahui bahwa ayat 38:88 menimbulkan pertanyaan yang bersifat "misteri" yang perlu kita renungkan, yaitu: Kebenaran yang bagaimana yang akan terungkap dari berita Al Quran bagi pembacanya ? dan kapan waktunya ?, sedangkan ayat tersebut sudah dibaca dari generasi kegenerasi sejak lebih dari 1000 tahun yang lalu sampai kini.

Jawabnya: Maksud dari kebenarannya yaitu kebenaran dari ayat-ayat Al Quran yang bertujuan untuk menegakkan kebenaran dari ayat-ayat yang ada dalam Kitab terdahulu, jadi bukan menyalahkan, sebab semua Kitab berasal dari Allah yang Esa.

Masalah waktu, bisa terjadi setiap saat bagi pembaca yang mempelajarinya / mengkaji. Sehingga pembaca mengerti dimana Al Quran suatu pelajaran supaya orang awam tahu bahwa "Tuhanmu" itu adalah Yesus Kristus yang pernah melawat bumi, Dia lahir seperti manusia pada umumnya melalui rahim Maryam, akan tetapi bukan dari benih manusia bumi melainkan terbit dari Rohu'lkudus / "jelmaan" Roh Allah, sehingga diwaktu hidup di dunia Dia adalah Manusia Illahi, oleh karena itu ditegaskan lagi dalam Al Quran dari sudut zhahirNya saja dengan kalimat "Isa putera Maryam". Maka agar pembaca jangan tersesat karena menyamakan nama Isa dengan nama Yesus Kristus, dengan demikian perlu ditekankan pada pembaca dengan kalimat peringatan: "Kafirlah orang yang mengatakan Isa itu Tuhan !".

.

Dari penjabaran diatas, jadi sangat jelas mengapa dalam Tahadjud saya tidak bertanya kepada Allah dengan menyebut "Tuhan Isa" ?, hal itu sungguh salah, sebab memang benar dari saya kecil selalu saya dengar bahwa "Kafirlah orang yang mengatakan Isa adalah Tuhan", hal inilah yang tidak dimengerti dengan sebenar-benarnya sehingga banyak yang terkecoh karena terobsesi akan gambaran Isa yang hanya sebatas manusia biasa saja yang di jelaskan di dalam Kitab Al Quran, akibatnya para pembaca Al Quran tidak memahami secara hakiki tentang siapa nabi Isa dalam AlQuran dan siapa Yesus Kristus dalam Injil !

.
Apabila kita menyamakan Isa dalam Al Quran dengan Yesus Kristus di Injil, maka berakibat dengan mudahnya kita mengatakan : "orang Nasrani sesat karena telah memperTuhankan Yesus Kristus" yang hanya sosok manusia biasa saja.
Jadi kalau anda berpendapat seperti itu, maka anda tanpa sadar telah menyangkal / kafir terhadapTuhanmu dengan nama Yesus Kristus, berarti anda sebagai orang bertakwa tidak mempelajari Al Quran dengan benar.
.
Q.69:48 >> Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
.
Dengan demikian anda tanpa sadar sudah mendustakan ayat Al Quran juga, sebab Al Quran 3:45 mengatakan juga bahwa: hanya seorang manusia Isa (gambaran Yesus Kristus) yang terkemuka di dunia dan akhirat !
.
Q.69:49 >> Dan sesungguhnya Kami benar-benar mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan(nya).
.
Jadi tidak heran kalau Al Quran nanti menjadi penyesalan bagi orang kafir di akhirat.
.
Q.69:50 >> Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).
.
Oleh karena itu mulai hari ini supaya anda tidak keliru sehingga tidak menyesal nanti, maka mulai hari ini anda harus tahu siapa yang disebut "kafir " dalam Al Quran.
.
.
.
Ironisnya dimana kita tahu bahwa ada ayat yang mengatakan di Q.109, yaitu "untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku, begitu pula Tuhanmu tidak akan disembah olehku".
Ayat inilah yang tidak dimengerti dengan benar oleh sebagian orang, sebab ayat ini merupakan suatu batasan bagi semua pembaca Al Quran.
.
Jadi kalau kita memahami suatu batasan tersebut, maka ayat tersebut sebuah " rambu-rambu peringatan" untuk kita pembaca Al Quran yang belum memahami apa yang selalu disebut Tuhanmu yang dikatakan Allah di dalam Al Quran itu sendiri, jadi dengan ayat tersebut bertujuan agar kita jangan merisaukan mereka orang Nasrani yang terlebih dahulu 500 tahun sebelum ada Al Quran, sudah menyebut Tuhannya dengan sebutan "Tuhan Yesus", dimana kaum Nasrani tidak melanggar bunyi dari sebutan: "Kafirlah orang yang mengatakan Isa itu Tuhan".
.
Maka dengan ayat di Q.109 supaya kita pembaca Al Quran berpikir, dimana sejarah mencatat bahwa sejak 500 tahun lamanya sebelum Al Quran ada, mereka kaum Nasrani yang percaya Injil sejak di zaman itu memang sudah lebih dahulu menyebut Tuhannya dengan sebutan "Tuhan Yesus Kristus !", bukan Tuhan Isa.
Jadi makna dari bunyi ayat tersebut (Q.109) terutama ditujukan kepada semua orang yang sedang mengkaji isi dari ayat-ayat Al Quran supaya jangan menyebut Tuhan itu dengan nama "Isa", yang berarti secara tersamar kita harus mencari tahu, siapa nabi dengan nama Isa ? dan siapa sesungguhnya nama Yesus Kristus itu ?
.
Oleh karena itu sesungguhnya kaum Nasrani tidak dapat dipersalahkan dengan menyebut "Tuhan Yesus Kristus", bukan "Tuhan Isa Al Masih" !
.
Jadi kalau ada orang yang mengatakan "orang Nasrani adalah kafir karena menyebut Tuhan Yesus", berarti orang tersebut hanya mengetahui sosok Isa dari dalam Al Quran saja, maka bisa disimpulkan orang tersebut menyamakan "Isa" dengan Yesus Kristus tanpa membaca Injil Kristus.
Dengan demikian orang tersebut tanpa sadar ikut kafir juga terhadap Yesus Kristus, karena dia sendiri yang menyamakan sosok "isa dengan Yesus Kristus, seperti sudah dijelaskan sejak Al Quran diturunkan di zaman itu: bahwa karena "kekafiran mereka terhadap Isa" yang berarti sama saja kafir terhadap Yesus (Q.4:156).
.
Oleh karena itu perlu kita ingat, bahwa sudah ditegaskan bunyi satu katapun apa yang tertulis di dalam ayat Al Quran tidak dapat dirubah atau disama-samakan dengan bunyi suku kata yang lain !
Hal ini untuk menegaskan terutama untuk bunyi dari nama pagilan seseorang tidak akan mungkin bisa di ubah apa lagi orang tersebut sudah tidak ada di dunia ini, dimana kita tahu pada umumnya untuk bunyi dari nama orang tetap saja bunyi panggilannya dalam bahasa apapun.
Dengan demikian jelas sangat berbeda drastis nama "Isa" dengan nama "Yesus Kristus".
Dimana misteri nama sangat berperan penting dalam "alam roh", hal tersebut mudah dimengerti bagi mereka yang masih suka berpetualang "di alam ghaib", karena sebutan / panggilan dari sebuah nama adalah sebagai kunci dari kehadiran roh yang diminta .
.
Jadi kalau kita pembaca meremehkan Al Quran dalam hal mengkaji, akibatnya kita menyamakan sosok nama Isa dengan sosok nama Yesus Kristus di Injil, maka tidak mengherankan apa yang akan terjadi dikemudian hari setelah Al Quran diturunkan kepada Rasul Muhammad, hal ini sudah diprediksikan dengan jelas apa yang dikataan Allah Yang Maha Tahu, tentang pesanNYA yang disampaikan melalui jibril tertulis di Q.5:68 pada kalimat terakhir.

Itulah sebabnya kita tidak bisa menyamakan secara hakiki antara nama "Isa" dalam AlQuran dengan nama"Yesus Kristus" di Injil.

Jadi bisa kita teliti kembali, mengapa dalam AlQuran semua nama Nabi-nabi yang sudah tiada lagi di dunia, tertulis di dalam Kitab Taurat (perjanjian lama), Zabur (Mazmur) dengan nama aslinya, sedangkan nama Yesus Kristus yang hanya satu-satunya nabi dalam Kitab Injil (Perjanjian baru) dan Dia sudah tidak ada lagi dalam dunia nyata, mengapa namaNya harus berubah drastis dengan memakai nama "Isa" ?

Perubahan nama itulah berhubungan nama asli dari Yesus Kristus dibenci orang tanpa sebab, tentang misteri hal itu memang sudah tertulis di Injil 500 tahun sebelum ada Al Quran dan terbukti hingga hari ini.

Karena Allah Maha Tahu maka tidak mengherankan AlQuran diturunkan di zaman itu memakai nama "Isa" yang hanya menceriterakan gambaran Yesus dari sudut pandang manusia biasa saja, hal itu untuk menghindari rasa antipati pembaca.
Oleh karena nama "Isa" merupakan nama samaran dari Yesus Kristus yang ada di Injil, maka ayat-ayat tentang nabi Isa bersifat samar-samar sehingga tergolong ayat "Mutasyabihat".
Dimana ayat "Mutasyabihat" hanya Allah yang tahu ta'wilnya (arti mana yang dimaksud), akan tetapi ayat tersebut bisa diketahui sesudah diselidiki secara mendalam.
.
Mengapa saya katakan nama Isa adalah nama samaran dari Yesus Kristus ?
Hal itu jelas terjawab dari para pembaca Al Quran sendiri yang berpendapat bahwa Isa hanya seorang manusia biasa berarti Yesus Kristus manusia biasa juga.
Disinilah Kita harus berpikir bahwa dalam sejarah hidup manusia, tidak ada satu manusiapun yang sudah mati ratusan tahun namanya harus dirubah !

Jadi kalau anda dan semua pembaca hanya terpaku dengan kalimat penegasan yang ada di dalam Al Quran : "Isa putera Maryam saja" dan sekalipun anda telah membaca Injil, maka sampai kapanpun tidak akan mungkin masuk diakal pikiran anda mengapa Yesus Kristus bisa disebut Tuhan.
.
Akan tetapi kalimat "Isa putera Maryam" sesungguhnya bertujuan hanya penegasan supaya dipahami oleh semua pembaca yang mengkaji Al Quran, bahwa sosok "Isa hanya menjelaskan sosok Yesus Kristus dari sudut pandang zhahir saja.
.
Dengan demikian kita yang mengkaji Al Quran agar mencari tahu sejarah dari "nabi Isa", sebab kalau kita sebagai pembaca menganggap nabi Isa hanya manusia biasa saja maka kita yang membaca Al Quran supaya mencari tahu keturunan siapa bapak dari nabi Isa tersebut seperti layaknya nabi-nabi yang lainnya.

Oleh karena kita selalu menyamakan nama "Isa" dengan "Yesus Kristus", maka seharusnya kita mengakui sejarah asal usul tersebut ada di dalam Kitab Injil yang sudah ada sebelum Al Quran.

Jadi tidak mengherankan kalau anda tidak membaca Injil Kristus dengan hikmat, akan berpendapat: bagaimana mungkin manusia bisa disebut Tuhan ?

Sebab gambaran dari nama "Isa" di Al Quran hanya ada tertulis secara rinci di dalam Kitab Injil Kristus dengan nama asliNya "Yesus Kristus", hal inilah yang harus anda pikirkan, mengapa 500 tahun sebelum ada Al Quran kenyataannya Yesus Kristus sudah disebut Tuhan bagi yang mau mempercayaiNya.

Kalau anda masih beranggapan bahwa Al Quran diturunkan di zaman itu untuk meluruskan "akan kesalahan orang Nasrani" karena memperTuhankan Yesus, berarti kesimpulan anda salah !

Jadi jika anda masih berkesimpulan seperti itu. maka dengan pasti anda tidak akan mungkin memahami ayat-ayat lainnya dalam Al Quran anda sendiri yang merupakan "peringatan", dengan tujuan supaya semua orang yang mengkaji Al Quran agar mengerti siapa yang disebut : "Tuhanmu, Tuhannya, Tuhanku, Tuhan kita, Tuhan kami", yang dikatakan Allah didalam Al Quran itu sendiri.

Seperti contoh ayat-ayat yang merupakan "peringatan", yang bertujuan agar pembaca mencari tahu siapa Tuhanmu ? yang tertulis di Q.19:71 dan Q.36:52.

Q.19:71 >> Dan tidak ada seorangpun daripadamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.

Q.36:52 >> Mereka berkata: "Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?" Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul(Nya)

Ayat-ayat diatas sesungguhnya nyata merupakan "peringatan" bagi kita selama masih hidup di dunia ini, supaya kita mencari tahu siapa Tuhan yang sekejam itu ? dan siapa Tuhan yang pernah berjanji akan membangkitkan orang mati dihari kiamat ? (dijabarkan lagi dibawah ini)

Dengan demikian kalau anda tidak mau tahu untuk memahami salah satu contoh ayat-ayat "peringatan", maka tidak heran kalau nanti dihari kiamat Al Quran menjadi suatu penyesalan bagi anda yang kafir tehadap Tuhanmu sendiri (Q.69:50) sebab Al Quran sudah menjelaskan dengan tegas akan gambaran tentang siapa yang disebut Tuhanmu itu, agar kamu mencari tahu siapa Tuhanmu !

Q.69:50 >> Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).

Jadi tidak mengherankan mengapa harus ada ayat-ayat "peringatan", sebab Allah Maha Tahu dimana di zaman itu Al Quran diturunkan merupakan Kitab yang memberikan pelajaran secara netral / universal bagi semua orang yang bertaqwa kepada Allah tanpa memihak kepada Yahudi maupun Nasrani, sehinga isinya tanpa menyebut dengan lengkap nama Tuhan sesungguhnya, yang sudah dipercaya oleh orang-orang Nasrani.

Dimana makna dari ayat Q.36:52 selain merupakan "peringatan" dan juga merupakan "sindiran" (akan pengakuan terlambat setelah berada di alam kubur) kepada pembaca terutama orang-orang Yahudi di zaman itu yang kafir terhadap Tuhan Yesus Kristus, yaitu dengan kalimat: ...." Inilah janji Tuhan".... .

Dengan demikian Q.36:52 jelas merupakan "sindiran dan peringatan", supaya pembaca berpikir untuk mencari tahu siapa Tuhanmu itu yang berjanji membangkitkanmu.

Sebab tidak ada satupun ayat dalam Al Quran yang menjelaskan tentan Allah atau Tuhan yang berjanji membangkitkan orang mati, akan tetapi janji tersebut hanya tertulis di dalam "Alkitab" saja, dimana dengan tegas bahwa ada Tuhan telah berjanji membangkitkan orang mati, yang tidak lain Tuhan Yesus Kristus yang telah berjanji akan membangkitan orang mati dihari kiamat, yaitu di Injil Yahya 6 : 39.

Oleh karena itu di dalam Kitab Al Quran ada ayat yang menganjurkan supaya kita membaca Taurat dan Injil (Q.5:68)

Akan tetapi jika anda tanpa sadar telah meremehkan juga ayat tersebut, hal itu memang sudah terjadi sejak awal Al Quran diturunkan, dimana keadaan tersebut memang sudah tersirat di dalam Q.25:30.

Q.25:30 >> Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran ini suatu yang tidak diacuhkan".

Oleh karena itu langkah awal untuk mendapatkan pengertian tentang ayat-ayat "peringatan" tersebut, yaitu anda harus mengetahui terlebih dahulu gambaran sosok yang hakiki nabi dengan nama "Isa" yang tertulis di Al Quran, dengan cara haruslah anda dan semua orang membaca Injil Kristus dengan akal yang disertai hikmat, seperti sudah dianjurkan agar semua orang membaca Injil, tersirat di Q.5:68.

Hal itu bertujuan agar dimengerti oleh anda dan semua orang tentang misteri dari kedua nama itu, "siapa Isa" dalam Al Quran ?, dan "siapa Yesus Kristus" dalam Injil ?, dengan demikian begitu pentingnya kita membaca Injil Kristus agar mengetahui bahwa nama Yesus Kristus itu adalah berasal dari pemberian Allah sendiri.

Sedangkan tanpa disadari oleh semua pembaca AlQuran, bahwa tujuan AlQuran diturunkan tidak lain agar setiap pembaca AlQuran bisa mengerti, siapa sesungguhnya IllahiNaas itu sendiri !

Dimana AlQuran menjabarkan bahwa: Karena disebut Manusia Illahi maka sosok tersebut berunsur manusia, serta sosok manusia tersebut mempunyai kodrat keIllahian, sehingga gambaran tersebut untuk sosok manusia yang pasti mempunyai nama dan kuasa keIllahian, yang tidak lain Yesus Kristus !, yang disebut "Tuhan Yesus".
Jadi tidak heran kalau Al Quran dalam ayatnya menganjurkan untuk menyebut nama Tuhanmu, bukan sebutan nama sifat yang banyak dan berwujud bathin. (Q.76:25) (69:52)

Hal itulah yang di jabarkan di dalam AlQuran secara tersamar tentang Illahinaas dengan tujuan agar pembaca mengerti.
Oleh karena misteri tentang Illahinaas bisa di pahami bagi yang mengkaji, oleh sebab itu syaitan pasti mengganggu setiap pembaca AlQuran, agar tidak sampai mendapatkan pengertian yang hakiki tentang siapa Illahinnaas itu yang sesungguhnya tertulis di dalam AlQuran !
.
Sebab dengan terbukanya tabir yang menghalangi tentang pengertian Illahinaas, maka orang yang mengkaji Al Quran dapat mengerti bahwa sosok yang sesungguhnya Yesus Kristus di Injil adalah sosok yang disebut Illahinaas yang tertulis di dalam Al Quran.

Dimana Illahinnaas itu adalah gambaran sosok manusia yang mempunyai kodrat keIllahian, yang pernah hadir kedalam dimensi kehidupan manusia di dunia 500 tahun sebelum AlQuran ada, yang kemudian dikenal bahwa "Dia" adalah Tuhan Yesus Kristus yang disembah oleh manusia bagi yang mau percayaNya !


Oleh karena itu kalau kita mengimani AlQuran adalah Firman atau perkataan Allah, maka jelas, Allah selalu mengatakan melalui Jibril di AlQuran dalam ayat-ayatnya yang banyak tertulis dengan sebutan :
"Tuhanmu", "Tuhannya", "Tuhanku", "Tuhan kita" dan "Tuhan kami" !
.
Perlu pembaca ketahui yang menjadi pertanyaan saya pribadi ?, mengapa ada tertulis di dalam AlQuran, bahwa Allah sendiri mengatakan melalui Jibril disalah satu ayat Q.34 : 26 dengan bunyi : Katakanlah: ........"Tuhan kita" akan mengumpulkan kita semua............ .
.
Sedangkan di dalam Injil Matius 25 :31-32 >> Apabila Anak-manusia datang kelak.... . . . . maka sekalian bangsa manusiapun akan dikumpulkan dihadapannya,.......
.
Jadi mengapa di Injil tertulis Anak-manusia, kemudian 500 tahun kemudian "Allah menyarankan" dalam Al Quran dengan Katakanlah: ..... "Tuhan kita" ?, jadi bukan lagi disebut "Anak-manusia !"

Karena Kitab Suci berhubungan erat tentang Allah, dimana keberadaan Allah adalah "Roh Maha Suci", maka sebutan dari sebuah nama sangat berperan penting dalam alam bathin / ghaib!

Oleh karena Allah Maha Tahu dimana nama Isa adalah nama samaran dari Yesus Kristus yang ada di dalam Injil, maka Al Quran tidaklah mungkin mengatakan bahwa Isa akan datang lagi dihari kiamat (kecuali di dalam Hadits karena perkataan Rasul), sebab nama Yesus Kristus yang berhak atas tugas tersebut karena memang "Dialah" Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang sekarang keberadaannya "Bathin", karena "Dia" adalah Tuhan ! (Q.57:3-4).

Oleh karena itulah maka Allah dalam Al Quran di Q.34:26 menganjurkan agar semua pembaca menyebut "Dia Anak Manusia yang berwewenang sebagai Hakim Akhir Zaman" dengan sebutan: "Tuhan kita".

Pembaca AlQuran harus tanggap, bahwa AlQuran dikaji supaya kita harus berpikir Tuhan itu memang berdiri sendiri (Q.3:2) berikut wewenangNya, contoh Q.7:206 : Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepadaNyalah mereka bersujud.

Jadi, Tuhan siapa lagi yang mempunyai pasukan malaikat ???. Hal ini sulit diterima kalau anda sudah terpaku mati dengan menelan mentah-mentah kalimat "Tiada Tuhan selain Allah", tetapi kalau ada sudah mengerti duduk persoalannya, maka anda akan tahu makna yang hakiki dari kalimat "Tiada Tuhan selain Allah".

Dan mengapa di Q.26:213 / (Q.23:117), tertulis: Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang di'azab.

Makna dari ayat tersebut (Q.26:213) jelas menegaskan secara tersamar bahwa telah ada Tuhan yang memang berada di sisi / disamping Allah.

Oleh karena itu pembaca ditantang untuk membuktikan hal tersebut, tertulis di Q.27:64 yaitu: ....... Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain). Katakanlah: "Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar".

Jadi tidak heran kalau kaum Nasrani, dalam pengakuan "Iman rasuli" mereka, ada tersebut: "Dia" Yesus Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati, naik kesorga "Duduk di sebelah kanan Allah Bapak Yang Maha Kuasa".

Jadi ayat yang tertulis di Q.27:64, secara tersamar menyatakan bahwa memang ada Tuhan yang posisinya disamping Allah, yang biasa disebut "di sisi Allah". Hal itu ditegaskan secara tersamar bahwa hanya disisi Allah pengetahuan tentang hari kiamat (tertulis di Q.31:34), kemudian ditegaskan lagi bahwa Isa memang berada di sisi Allah (tersirat di Q.43:61). Jadi jelas karena Isa nama samaran dari Yesus Kristus, maka ayat-ayat tersebut untuk menegaskan kepada pembaca Al Quran bahwa apa yang terkandung dalam "pengakuan Iman rasuli Kristen" adalah benar, dimana Yesus Kristus naik kesurga duduk di sebelah kanan Allah Bapak di surga !

Q.31:34 , Sesungguhnya Allah hanya pada sisiNya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan ........ . .

Q.43:61 , Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.

Oleh karena itu kalau anda perhatikan isi dari Q.43:61, maka jelas bahwa Isa dalam ayat tersebut telah "memberikan pengetahuan tentang hari kiamat", oleh karena Al Quran hanya menceriterakan sosok gambaran Yesus Kristus dengan memakai nama Isa, yang berarti isinya jelas bukan sabda dari "nabi Isa" itu sendiri, maka tidak akan mungkin para pembaca Al Quran mengetahui tanda-tanda hari kiamat, sebab 500 tahun sebelum Al Quran ada, "pengetahuan" tetang hari kiamat memang sudah diberikan Yesus Kristus melalui "khotbah" kepada murid-muridNya pada saat "Dia" ada sebagai manusia, dan hal itu telah ditulis oleh murid-muridNya dan ter-rekam dalam bentuk Kitab yang disebut Injil Kristus.

Jadi pengetahuan tentang gambaran (tanda-tanda) hari kiamat itu tidak akan diketahui oleh pembaca Al Quran kalau pembaca tidak mau membaca Injil Kristus yang ditulis oleh para muridNya. Oleh karena itu Injil bisa disebut "karangan" dari masing-masing muridNya, karena ada unsur karangan dari murid-muridNya maka bukan berati dikarang-karang !

Oleh karena itu, AlQuran di Q.5:68 menganjurkan pembaca untuk membaca Injil, sebab hanya Injil'lah yang ber isi secara detail tentang apa yang Yesus Kristus katakan, jadi kalau pembaca terpaku hanya dengan nama Isa saja maka sebuah dilematis bagi pembaca Al Quran, sehingga tanpa sadar para pembaca akan timbul berbantah-bantahan dalam penafsiran ayat tentang nabi Isa bahkan bisa jadi akan terkurung / terkekang oleh ayat-ayat Al Quran itu sendiri !

Dengan demikian jika Al Quran dikaji dengan akal sehat dan mendalam sambil membaca Injil Kristus yang disertai dengan hikmat, maka kita bertambah tahu misteri tersembunyi yang terkandung di Al Quran itu !



Oleh karena Kitab AlQuran banyak mengandung misteri tentang Allah secara tersamar, maka tidak mengherankan jika hendak dibaca harus ada aturan baku yang bermakna "peringatan", yaitu harus terlebih dahulu minta perlindungan kepada Allah dari gangguan syaitan tertulis di Q.16:98, sebab syaitan tidak suka kalau manusia bisa mendapatkan pengertian yang hakiki tentang IllahiNaas dan Tuhan, yang dijabarkan secara tersamar pada ayat-ayat diberbagai surat di dalam Al Quran, dimana hal tersebut merupakan kunci dasar untuk memahami bahwa Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan adalah Yesus Kristus yang tertulis di Injil ! ! .


Perlu anda ketahui bahwa Injil adalah Kitab yang ditulis oleh saksi hidup yaitu para murid Yesus, dimana isinya adalah kumpulan sabda Yesus Kristus pada saat di dunia dengan makna sebuah tawaran yang mudah untuk setiap orang yang membaca atau mendengar agar percaya bahwa Dia yang bersabda adalah Tuhan yang pernah hadir masuk dalam kehidupan alam nyata dimensi manusia (jelmaan Roh Allah menjadi manusia suci / sempurna, ditegaskan di Q.19:17).
.
Hal tersebut telah saya buktikan, dimana tawaran mudah dari sabda Yesus Kristus untuk para pembaca Injil, yaitu tertulis di Injil Yahya 20:29
.
Injil Yahya 20:29: ........ Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya."
.
Oleh karena tawaran tersebut banyak diremehkan oleh semua orang di zaman itu, maka 500 tahun kemudian tujuan AlQuran diturunkan setelah Injil, memberikan tawaran ulangan (di Q.2:45-46) atas tawaran mudah terdahulu kepada orang-orang yang tidak mau percaya begitu saja bahwa Yesus Kristus itu Tuhan, walaupun terbukti akan kuasaNya serta perbuatan mu'jizat saat di dunia dan bangkit dari alam kubur, seperti yang ada di Injil.


Mengapa saya mengatakan bahwa di Injil Yahya 20:29 merupakan tawaran mudah dari Yesus Kristus ?
Dan mengapa juga saya mengatakan bahwa Q.2:45-46 merupakan tawaran ulangan bagi semua pembaca AlQuran ?

Saya dapat mengatakan seperti itu, karena saya sudah pernah membaca Injil, tetapi saat itu saya tidak mau percaya begitu saja apa yang disabdakan Yesus di ayat tersebut !

Kemudian setelah saya perhatikan makna dari AlQuran Q.2:45-46, dimana ayat tersebut mengandung makna suatu tindakan yang membutuhkan kesabaran dan keyakinan, maka saya ambil keputusan untuk Tahadjud dimalam itu.

Dimana dalam ayat tersebut telah ditekankan jika orang-orang yang "meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya".
Oleh karena di dalam benak saya sudah tertanam pengertian yang saya yakini bahwa "Tiada Tuhan selain Allah", hal itulah yang membuat saya menjadi bertanya-tanya dalam batin dan pikiran saya, mengapa dalam ayat tersebut yang nota bene merupakan perkataan / pesan Allah tertulis seperti itu ?, yaitu: "Bisa menemui Tuhan lagi ?", sedangkan sudah jelas "Tiada Tuhan selain Allah" !

Oleh karena itulah saya mau bertanya kepada Allah : apakah Tuhan Yesus yang diyakini orang Nasrani itu ada ?
Oleh karena terpaku dengan kalimat "Tiada Tuhan selain Allah", maka saya dahulu dan anda semua orang Mumin yang sampai hari ini tidak mau mengakui bahkan mempermasalahkan tentang ke Tuhanan Yesus Kristus.

Dengan demikian untuk jalan keluar dari dilema tersebut yaitu lakukan Tahadjud, agar jangan bertanya kepada manusia, seperti yang saya lakukan, dan saya ingatkan bahwa tentang tawaran ulangan yang ada di AlQuran memang tidak semudah tawaran yang ada di Injil, hal itu sungguh berat seperti yang sudah ditekankan di Q.2:45, yaitu menghadapi godaan-godaan nyata dari kekuatan jahat syaitan, seperti yang pernah saya alami dalam Tahdjud.


Dimana bunyi ayat yang merupakan tawaran ulangan tersebut yaitu:
Q.2:45: Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',

Q.2:46 : (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepadaNya.


Mengapa Q.2:46 isinya segamblang itu ???
.
Ayat Q.2:46,
ayat tersebut terbukti pada kisah kehidupan yang saya alami, dimana saya dulu memang tidak pernah melihat Yesus dan juga tetap tidak mau percaya, walaupun saya waktu itu sudah pernah mendengar entah dari teman Nasrani bahwa "Dia" adalah Tuhan yang akan membangkitkan orang mati dihari kiamat.

Tetapi setelah saya Tahadjud dan "yakin" akan menemui Tuhan, hal itu terjadi dan saya sudah alami, dengan demikian apa yang ditulis di Q2:46 benar sebagai pembuktian kepada siapa saja orang Mumin yang Ikhlas dan yakin akan menemui Tuhan dalam Tahadjud dengan cara bertanya kepada Allah dengan benar yaitu harus memakai nama Tuhan Yesus (sebab ayat tersebut Q2:46 menegaskan dengan kata "meyakini" artinya jelas harus ada gambaran Tuhan siapa yang harus diyakini terlebih dahulu), maka jika Allah Yang Maha Tahu berkenan atas ketulusan hati anda, pasti Yesus Kristus hadir.


Akan tetapi perlu diingat tawaran yang ada di AlQuran Q2:46 tidak semudah dalam pelaksanaannya dimana saya sudah mengalaminya sendiri, sebab pasti harus di halangi dengan nyata dari kekuatan syaitan yang jahat.


Hal itu memang jelas AlQuran memuat pengakuan dari kekuatan syaitan, yaitu surat Al Jin (JIN) ayat 2 : ........... . . Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorangpun dengan Tuhan kami.

.
Oleh karena syaitan sudah memberikan ultimatum kepada pembaca, maka yang saya alami diwaktu Tahadjud diganggu kekuatan syaitan, dengan demikian kehadiran syaitan saat itu membuktikan ancamannya di surat JIN ayat 2, yang memang benar nyata
setelah saya mengalaminya, rupanya yang dimaksud "sungguh berat" dalam ayat Q.2:45 hal itulah yang saya alami.

Dimana kita tahu bahwa Tuhan itu Esa, sehingga syaitan / Jin dibawah kuasaNya.
.
Oleh karena itu semua apa yang ada di Injil dan AlQuran akan jelas maksud dari ayat-ayat tersebut kalau kita sudah membaca masing-masing Kitab tersebut dengan tulus dan bukan untuk mencari perbandingan.
Jadi bagaimana mungkin kalau ada orang tidak pernah membaca apalagi menyentuh Injil, kemudian bisa-bisanya berpendapat dengan mengatakan bahwa Al Quran adalah ringkasan Kitab Taurat dan Injil, apalagi menyempurnaka Injil ?
.
Mengapa Yesus hadir pada saat saya Tahadjud memohon kepada Allah untuk dibuktikan kehadiranNya?


Hal itu tidak heran kalau anda sudah membaca Injil, sebab tidak main-main dimana saya sudah buktikan bahwa perkataan Yesus di Injil Yahya 6:37 benar berlaku bagi yang mau.
.
Injil Yahya.6:37 >> ........... . . . dan orang yang datang kepadaku, sekali-kali tiada Aku menolak dia.
.
Karena semua sudah saya alami seperti apa yang tertulis diatas Injil Yahya 6:37, jadi saya bisa simpulkan bahwa Al Quran memberikan petunjuk cara untuk membuktikan perkataan Yesus Kristus (Injil Yahya 6:37) yaitu dengan jalan pembuktian "ghaib / Tahadjud seperti penjabaran di Q.2:45-46-47.
Jadi sekarang saya sudah memahami mengapa saya sejak kecil sudah di ajarkan menulis dan membaca aksen Arab.

Hal itu tanpa disadari oleh saya dulu dan semua orang Mumin sampai saat ini, sebenarnya bertujuan supaya saya dan anda pemegang Kitab AlQuran agar mengkaji sendiri setelah dewasa, dengan tujuan agar mendapatkan kesimpulan dari hasil kajian tersebut tanpa perlu bertanya kepada siapapun, sebab pada umumnya sifat setiap manusia apapun agamanya pasti mengatakan "akulah yang paling benar".
.
Jadi sekarang saya tidak mau membahas yang menimbulkan perdebatan / berargumen sehingga dapat terjadi ke ributan (seperti yang saya lakukan 10 tahun yang lalu sebelum percaya Yesus adalah Tuhan) tentang isi dari Kitab Injil dan AlQuran, karena hal itu sia-sia tidak ada gunanya, sebab kalau mau dihayati baik Injil dan AlQuran jelas sekali duduk persoalan dari isi dan status masing-masing Kitab tersebut.


Yang lebih penting saya Ingatkan bahwa siapapun orangnya kalau tidak pernah membaca Injil dengan tulus pasti akan sulit untuk percaya Yesus adalah Tuhan, seperti saya dulu walaupun sudah membacanya masih tetap ragu dan akhirnya langkah yang paling baik Tahadjud dan harus bertanya dengan benar dalam Tahadjud, karena saya alami secara nyata, seperti kisah saya diatas.

Ternyata setelah saya Tahadjud seperti pengalaman saya diatas, saya dapat membuktikan bahwa Al Quran mengandung misteri ghaib maka saya baru paham benar dengan sebenar-benarnya misteri ayat Mutasyabihat yang ada tertulis di Q.16:98-99, tentang siapa Allah di ayat 98 dan siapa Tuhannya diayat 99 !

Kalau anda sudah mengalami Tahadjud seperti yang saya lakukan, maka anda akan tahu mengapa Kitab AlQuran mengandung ghaib ?
Bahkan yang lebih utama anda akan tahu apakah kisah nyata yang saya tulis ini hanya bualan belaka ?
Jadi janganlah berkomentar dahulu atas kisah pengalaman nyata saya sebelum anda membuktikannya dengan benar !

Sekarang saya sangat prihatin kepada orang-orang yang tidak pernah membaca Injil, tetapi bisa-bisanya orang-orang tersebut mengatakan tentang "Yesus" tanpa membaca Injil Kristus, sedangkan yang sudah membaca saja seperti keadaan saya dulu masih ragu apalagi kalau orang tidak sama sekali membacanya !

Jadi kalau orang lain mengatakan saya sekarang ini menjadi Kristen, hal itu tidak dapat dipungkiri.

Sebab kalau pembaca AlQuran menyamakan Isa dengan Yesus Kristus, jadi tanpa disadari memang sudah ditegaskan tersirat di dalam AlQuran bahwa pengikut Isa (Yesus Kristus) ditinggikan dari orang kafir (yang tidak percaya Tuhan) seperti tersirat di Q.3:55, jelas ayat tersebut merupakan penegasan tersamar untuk semua pembaca Al Quran yang tidak mau percaya Yesus Kristus, dimana sudah bisa lihat dari kenyataan yang selalu diajarkan kepada kita: kalau ajal menjemput pasti semua orang Mumin masuk "Alam bawah" yaitu "Siksa kubur", hal itu suatu bukti akibat tidak menyimak makna apa yang dikatakan Allah di Q.3:55, dan ayat tersebut berlaku sampai hari ini yang kenyataannya sekarang belum juga kiamat dan kita masih bisa membaca ayat tersebut agar berpikir !

Oleh karena itu jelas pengikut Yesus Kristus disebut Kristen, yang Jiwa-jiwanya tidak mengalami siksa kubur.
.
Mengap pengikut Yesus pasti tidak akan mengalami "siksa kubur" ?, sebab Yesus Kristus berjanji (tertulis di Injil Yahya.14:3) akan menyediakan tempat (setelah ajal menjemput) bagi jiwa-jiwa orang yang percaya kepadaNya, yang berarti percaya juga bahwa "Dia" Yesus Kristus adalah Tuhan.
.
Injil Yahya.14:3 >> Dan jikalau Aku pergi serta sudah menyediakan tempat bagimu itu. Aku akan kembali lalu menyambut kamu datang kepadaku, supaya ditempat Aku ini ada, disitu juga kamu ada.
.
Jadi bisa disimpulkan bawha kalau kita meyakini setelah ajal nanti menjemput dan kita akan mengalami "siksa kubur", hal itu suatu kekeliruan yang mengakibatkan suatu penyesalan bagi kita nanti saat dialam kubur (Q.36:52), dan juga pemahaman itu suatu yang bertentangan dengan Al Quran, sebab bukan itu yang Allah kehendaki !
.
Hal itu terjadi karena semua pembaca Al Quran tidak menyadari bahwa "siksa kubur" adalah sebuah ancaman bagi orang yang tidak percaya Tuhan, yang tidak lain Tuhan Yesus yang pernah hadir welawat bumi untuk memberikan janji-janjiNya kepada manusia di zaman itu untuk diberitakan sebagai "berita gembira" yaitu berita keselamatan kepada seluruh manusia di dunia dari generasi kegenerasi.
.
Oleh karena jelas 500 tahun sebelum ada Al Quran, dimana Yesus Kristus yang disebut Tuhan telah berjanji akan menyediakan tempat bagi jiwa-jiwa manusia yang percayaNya agar terhindar dari "siksa kubur", yaitu akan menyediakan tempat yang layak bukan tempat yang dikutuki.
.
Oleh sebab itu Al Quran sendiri menganjurkan secara tersamar (tanpa menyebut nama Tuhan) kepada semua orang Mumin pembaca Al Quran agar ber doa meminta tempat kepada Tuhan agar terhindar dari "siksa kubur", hal ini tersirat di Q.23:29
.
Q.23:29 >> Dan berdo'alah: Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberikan tempat.
.
Itulah salah satu bukti bahwa ayat Al Quran berisi suatu petunjuk kepada manusia untuk keluar dari ancaman akan alam kegelapan (alam "siksa kubur" yang kekal).
.
Jadi kalau anda menyebut saya sekarang ini "orang kafir", saya tidak akan marah sama sekali, karena anda tidak mengerti bahwa sesungguhnya orang kafir yang tertulis di AlQuran adalah orang yang tidak percaya Yesus Kristus, hal itu pasti, kalau Isa dengan Yesus anda anggap sama, seperti yang sudah ditegaskan tertulis di Q.4:156.
.
Akan tetapi pengertian kafir yang hakiki yaitu: orang yang tidak mau percaya terhadap Tuhannya, jadi jelas bahwa di zaman itu AlQuran diturunkan 500 tahun setelah Yesus Kristus bangkit, dan sudah disebut Tuhan di wilayah jazira Arab oleh orang-orang yang meyakini sebagai Tuhannya.

Oleh karena saya sudah mendapatkan pengertian setelah Tahadjud, maka saya mengkaji dan meneliti kembali AlQuran dengan akal dan hati yang tulus, maka sekarang sudah saya sadari, ternyata saya dahulu bukan saja kafir terhadap Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan akan tetapi menyangkal dan menghujat Tuhan sehinga saya dulu orang yang durhaka, seperti sudah ditegaskan di Q.5:68 kalimat terhakhir.

Oleh karena itu saya selalu memohon ampunan kepada ALLAH yang keberadaanNYA adalah ROH YANG MAHA SUCI (Rohu'lkudus) yang saya sapa di dalam nama Yesus Kristus yang Maha Kasih dan menyayangi saya serta semua manusia yang percayaNya, bahkan "Dia" tetap mengasihi sekalipun kepada semua orang yang masih hidup di dunia walaupun menghujatNya, karena "Dia" tidak dapat menyangkal diriNya sebagai juru selamat manusia di dunia, jadi jelas masih diberi kesempatan kepada orang-orang yang kafir dan orang-orang yang menghujatNya, sebelum ajal menjemput mereka.



Pesan saya lagi, bagi yang tidak pernah membaca Injil, tetapi menyamakan Isa dengan Yesus yang ada di Injil :

Jangan lah kita terpaku dengan kalimat: sesungguhnya penciptaan nabi Isa sama dengan penciptaan nabi Adam tanpa bapak, hal itu mudah bagi Allah !

Disinilah kita semua tahu bahwa manusia Adam sudah beranak cucu banyak diwaktu nabi Isa diciptakan Allah , dimana keturunannya sudah memenuhi bumi diwaktu itu.

Jadi kita harus berpikir untuk apa tujuan Allah menciptakan Isa / manusia lagi seperti Adam tanpa bapak duniawi?

Kalau kita meremehkan hal itu berarti sia-sialah tujuan Allah menciptakan manusia Isa tanpa bapak duniawi !

Bila kita kaji AlQuran dengan teliti maka jelas bahwa Allah mempunyai tujuan terhadap penciptaan Isa (gambaran Yesus) untuk menjadikan sosok seorang manusia suci tanpa dosa.

Oleh karena itu AlQuran di Q.17:15 dan Q.53:38 menegaskan , yaitu : .... . Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, ........ .
..
Keberadaan ayat tersebut supaya kita berpikir dengan akal : jadi kalau dalam sejarah hidup manusia di bumi ini ada seorang yang tidak berdosa, berarti orang tak berdosa tersebut dengan pasti bisa menanggung dosa orang lain.
Hal itu sudah ditegaskan di Injil Matius 9:6.
.
Injil Matius 9:6 >> Tetapi supaya kamu mengetahui bahwa Anak-manusia didalam dunia ini berkuasa akan mengampuni dosa" ..... .... .... ..


Oleh karena itu Allah menciptakan kembali manusia tanpa bapak duniawi yaitu Yesus Kristus, sehingga Dia disebut laki-laki suci tanpa dosa yang tergambar dengan nama "Isa" di Q.19:19.

Oleh karena itu juga, AlQuran menggambarkan setelah diciptakan Yesus Kristus (dengan nama "Isa") seperti keadaan nabi Adam sebelum jatuh dalam dosa / masih suci, hal itu agar pembaca mengerti, dimana Adam manusia pertama yang dijadikan Allah, pada awalnya keadaannya suci, kemudian Adam digoda syaitan tetapi dia gagal sehingga jadilah Adam manusia berdosa.

Begitu pula Yesus Kristus pada saat di dunia sebagai manusia yang dijadikan Allah seperti Adam tanpa bapak duniawi, kemudian Yesus Kristus disaat hidup di dunia digoda juga oleh syaitan, akan tetapi Dia berhasil mengalahkannya sehingga status Yesus Kristus tetap menjadi manusia suci tanpa dosa dari lahir hingga mati, bangkit kembali !
.
Disinilah kita harus berpikir mengapa kisah Yesus Kristus yang "sudah basi 500 tahun yang silam" harus ditegaskan kembali dalam AlQuran dengan gambaran nama Isa yang berpredikat manusia tanpa dosa/Suci ?, tertulis di Q.19:19.
.
.
Hal itu supaya pembaca AlQuran tahu, bahwa Yesus Kristus yang tertulis di Injil adalah satu-satunya dalam sejarah kehidupan manusia yang pernah ada di muka bumi ini yang tidak berdosa !
.
Jadi, saya dan anda para pembaca AlQuran, apabila membenarkan isi dari ayat di Q.17:15, maka seharusnya anda juga membenarkan bahwa Yesus Kristus dapat memikul dosa anda dan saya serta setiap orang lain yang berdosa, sebab Dia seorang yang Suci !
Itulah sebabnya Allah menciptakan kembali Yesus Kristus tanpa bapak duniawa dengan tujuan menciptakan manusia suci, sebab tidak layak bagi Allah mengambil sumber benih dari anak manusia di bumi ini untuk dikandung oleh Maryam, karena leluhur manusia (adam) sudah ternoda oleh dosa.
.
Jadi dengan tegas tanpa basa basi Al Quran mengatakan bahwa Isa adalah jelmaan Roh Allah sehingga "Dia" sosok anak laki-laki yang suci"., tersirat dalam Al Quran Q.19:17-19.
.
Oleh karena itu, syaitan mengakui bahwa Al Quran mena'jubkan (Q.72:1), karena isinya menjelaskan dengan gamblang bahwa manusia sempurna / Suci dengan nama "Isa" adalah " jelmaan dari Roh Allah" (penampakan), tersirat di Q.19:17.
Itulah sebabnya kekuatan jahat syaitan selalu mengganggu setiap orang yang membaca Al Quran agar tidak memahami siapa nabi Isa sesungguhnya yang adalah gambaran zhahir dari sosok Yesus Kristus di Injil.
.
Disinilah kita harus sadari bahwa Allah menciptakan Yesus Kristus yang diceriterakan kembali dalam AlQuran di Q.19:21, dengan nama "Isa", bahwa kelahirannya ditegaskan sebagai rahmat Allah buat manusia !

Dan yang lebih utama bahwa kelahiran Yesus Kristus yang tertulis di Injil memang merupakan sebuah masalah penting dan sudah terjadi 500 tahun silam sebelum ada Al Quran, oleh karena itu maka AlQuran surat 19 MARYAM ayat 21, menegaskan kembali gambaran dari peristiwa yang sudah terjadi di masa lalu tersebut dengan kalimat : ..........
"suatu perkara yang sudah diputuskan".

Itulah sebabnya Allah menegaskan dalam AlQuran supaya pembaca berpikir, bahwa kalau bukan rahmat Allah manusia tidak akan bersih dari perbuatan mungkar itu, ditegaskan di Q.24:21.


Jadi kalau saya dulu dan hampir semua umat Mumin sampai saat ini menyangkal Yesus, hal itu tidak mengherankan !

Sebab oleh karena Allah Maha Tahu bahwa pembaca AlQuran pasti menyangkal Yesus Kristus yang merupakan rahmat Allah untuk manusia, hal itu tersirat di Q.43:15.
.
Q.43:15 >> ..... Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata terhadap rahmat Allah.

Oleh karena ditegaskan bahwa penciptaan "Isa" (gambaran Yesus) sebagai rahmat Allah, maka semua umat Mumin harus sadar, kenyataannya rahmat Allah apalagi yang diingkari kalau bukan Yesus Kristus (kalau memang Isa sama dengan Yesus).

Sebab saya dan anda semua pembaca AlQuran pasti dengan sadar tidak akan mau mengingkari rahmat Allah walau sekecil apapun juga !

Oleh karena itu kalau kita mengaku sebagai manusia beragama, maka janganlah mudah terpengaruh isu tanpa ada bukti yang jelas dan kebenarannya, sehingga kita meremehkan semua Kitab - kitab yang berkaitan ! (yaitu; mengatakan Injil sekarang "palsu" / "sudah direkayasa" sehingga membuat kita mencibir Injil yang ada).

Kalau kita menganggap semua nabi sudah berlalu ribuan tahun yang silam, jadi untuk apa ayat-ayat tersebut masih tetap ada pada tempatnya ?

Oleh karena itu begitu pentingnya kita mengkaji AlQuran yang dilandasi dengan hati ikhlas serta ilmu pengetahuan yang cukup tentang sejarah Nabi-nabi yang semua itu berasal dari jazira arab ribuan tahun yang silam.
.


Jadi kesimpulan dari Tahadjud yang benar,
setelah saya lakukan:

Yaitu mengungkap misteri AlQuran surat 2 AL BAQARAH ayat 45-46 dan 47.
Dimana bunyi di ayat 45 dan 46 isi dari maknanya, jika dilihat dari sudut pandang mata telanjang yang hanya disertai akal saja, maka jelas sekali ayat tersebut tidak ada hubungannya dengan ayat selanjutnya 47.

Ket, isi ayat di Q.2: 45-46-47 :

Ayat 45 : Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',

Ayat 46 : (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.

Ayat 47 : Hai Bani Israil, ingatlah akan ni'mat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.

Coba anda perhatikan, ayat terakhir (47) tidak ada hubungannya dengan ayat sebelumnya (45-46) yang bermakna tentang shalat.

Akan tetapi makna dari ketiga ayat tersebut sesungguhnya sangat berhubungan erat, hanya saja untuk memahamin misteri hubungan dari ayat-ayat tersebut harus dengan jalan ghaib yaitu shalat Tahadjud dengan benar, seperti yang saya lakukan !

Oleh karena saya sudah memahami makna tersamar dari ayat di Q.2:45-46, yaitu perintah menjalankan Tahadjud yang khusyu' untuk meminta kepada Allah yang saya yakini, agar saya bisa menumui Tuhan dengan cara meminta ditunjukan pembuktian.

Kemudian Allah telah mengabulkan permintaan saya walaupun saya harus menghadapi kenyataan situasi yang sungguh berat diganggu syaitan seperti di ayat 45, maka disimpulkan ayat tersebut benar isinya sesuai dengan apa yang saya alami "sungguh berat !".

Kemudian setelah saya melihat dalam keadaan sadar diwaktu Tahadjud, dimana Allah menunjukan untuk mumbuktikan atas permintaan saya dengan hadirnya sosok Yesus kristus, maka disimpulkan ayat 47 benar makna isinya, sebab yang hadir adalah sosok Yesus Kristus yang dikenal sosok zahirnya dari suku Israil (43:59) yang telah diberikan nikmat Allah melebihi segala umat (Q.2:47), oleh karena itu Al Quran menegaskan hanya dari wujud zahir gambaran Yesus Kristus yang ditekankan dengan kalimat : "Isa Putra Maryam".

Dengan hadirnya Yesus Kristus dalam Tahadjud saya, hal itu suatu jawaban pribadi yang Allah tunjukkan, maka dapat disimpulkan bahwa apa yang memang sudah di tegaskan pada surat AL FAATIHAH di ayat terakhir /7, dimana ayat "7" merupakan jawaban kebenaran yang nyata, atas permintaan awal yang selalu kita ucapkan, yaitu minta ditunjukan "jalan yang lurus" / Shiraathum mustaqiim di ayat sebelumnya / ayat 6.

Dengan demikian urutan ayat di Q.2:45-46-47, adalah merupakan perintah tersamar bagi orang Mumin pembaca AlQuran, untuk melakukan Tahadjud sebagai petunjuk cara pembuktian "ghaib", yang pasti sungguh berat, hal itu terutama untuk orang yang sudah mendengar bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan tetapi masih ragu !

Oleh karena saya sudah mengalami melihat / menemui sosok Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan dalam Tahadjud, dengan demikian hal itu untuk membuktikan akan misteri ayat Mutasyabihat dalam AlQuran, yang letaknya berlainan surat, tetapi maknanya sangat berhubungan.

Dimana ayat-ayat tersebut jika ditelusuri, justru membuktikan kebenaran dari jawaban tentang apa yang saya temui dalam Tahadjud yang benar !

Adapun ayat-ayat tersebut bagi pembaca AlQuran yang menyamakan gambaran sosok manusia yang disebut nabi Isa dengan Yesus Kristus yang telah bangkit ke sorga dimana kisahNya ada di Injil.



Maka ayat-ayat dibawah ini jika dibaca berurutan sambil diteliti, membuktikan kebenaran secara tertulis, bahwa apa yang tertulis di AlQuran tentang nabi Isa adalah gambaran dari sosok manusia Yesus Kristus waktu di dunia 5oo tahun sebelum AlQuran ada, sedangkan di zaman AlQuran diturunkan dimana Yesus Kristus sudah banyak dipercaya orang bahwa "Dia" adalah Tuhan memang benar-benar Tuhan.

Adapun ayat-ayatnya :
Q.2 :45-46 > Q.1 : 6 > Q.43 :61 > Q.1 : 7 > Q.5 :110 >> Q.2.45-46-47 > Q.43 :59 > Q.3 : 45 > Q.57 :3-4 >> Injil / Kitab Wahyu 22 : 13.


Masih banyak lagi Ayat-ayat Mutasyabihat yang merupakan "kebenaran tersembunyi !"

.

Kalau kita menyangkal ayat-ayat AlQuran seperti penjabaran diatas, maka tidak mengherankan kalau anda menyangkal ayat di dalam Injil, sebab ayat Al Quran saja kita sangkali !, apa lagi diluar Kitab Al Quran yang anda yakini !

Jadi ayat-ayat diatas merupakan pembuktian secara Tertulis dan pembuktian ghaib / melakukan Tahadjud.

Dimana petunjuk tulisan untuk menjabarkan dengan tersamar (ayat Mutasyabihat) bahwa Yesus Kristus yang ada di Injil adalah Tuhan, yang dikenal dalam AlQuran dengan gambaran "nabi Isa", oleh karena itu tertulis di Q.5:68, agar pembaca dianjurkan membaca Injil supaya mengetahui sifat keIllahian dari gambaran"nabi Isa", sehingga pembaca dapat mengambil kisimpulan akhir bahwa "nabi Isa" yang sesungguhnya adalah Illaahiin naas seperti "akhir " dari surat AN NAS penutup AlQuran.

Sedangkan petunjuk Ghaib untuk melakukan shalat Tahadjud dengan bertanya / meminta ditunjukan untuk pembuktian dari Allah, agar anda yang meyakini akan menemui Tuhan secara pribadi sehingga anda dapat benar-benar percaya , karena jika Allah Yang Maha Tahu berkenan atas ketulusan hati Anda, dan bertanya dengan benar seperti yang telah saya lakukan, maka dengan pasti yang dilihat wujud nyata Yesus Kristus seperti yang saya alami, sehingga anda benar-benar yakin bukan dikarenakan kata orang saja.

Itulah petunjuk-petunjuk yang mena'jubkan yang diakui oleh kekuatan jahat syaitan seperti tersirat di Q.72:1

Perlu anda ketahui, apabila anda telah melakukan Tahadjud kemudian Allah berkenan kepada anda atas kehadiran Yesus Kristus seperti yang saya alami, itu merupakan bukti bahwa anda sudah mengalahkan syaitan terutama dengan akal disertai Iman anda, sehingga merupakan suatu "hadiah / anugrah ", hal itu memang sudah tersirat dengan tersamar di Q.72 : 4 & 26-27.

Memang pengalaman Tahadjud yang saya dapatkan kelihatannya "aneh tapi nyata", coba anda buktikan dengan keyakinan dan hati yang tulus serta dengan Iman !

Jadi bagi yang sudah mendengar bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, maka yang utama dasarnya meyakini terlebih dahulu dalam hati , jika dipikiran masih juga ragu, hal itu tidak mengherankan sebab setiap orang yang membaca dengan "akal saja" pasti timbul berbagai variasi dalam menafsirkan pada ayat yang sama.

Sebab sepintar apapun manusia itu, tetap saja akal manusia hanya mampu mengulas segala macam ilmu pengetahuan dunia saja.

Dimana akal itu ada batasnya, oleh karena itu hanya akal yang mengandung "hikmat" dapat membuat orang menjadi percaya akan Firman Allah, maka gunakan akal yang mengandung hikmat untuk bertanya dengan benar kepada Allah yang kita yakini dalam Tahadjud, agar ditunjukan bukti seperti tersirat di Q.2:45-46.

.

Oleh karena Allah Maha Bijak maka keberadaan Q.2:45-46 bertujuan bukan hanya untuk orang-orang pandai yang berakal saja, melainkan orang bodohpun bisa melakukan Tahadjud tersebut seperti yang saya lakukan.

Perlu saya ingatkan lagi, bagi anda yang melakukan "Tahadjud" seperti yang saya lakukan maka anda harus berani menghadapi kenyataan akan kemungkinan besar hadirnya gangguan ghaib yang jahat yaitu syaitan dengan kekuatan Iman.

"Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat".

Itulah bukti setelah saya Tahdjud, telah mengalami kenyataan sesuai dengan apa yang tertulis diayat-ayat AlQuran, sehingga dapat membuktikan bahwa AlQuran mena'jubkan mengandung petunjuk tulisan dan petunjuk ghaib, yang membuat syaitan selalu berusaha menghalangi agar manusia tidak memahami petunjuk yang dimaksud.

Oleh karena itu syaitan akan selalu mengganggu bagi orang yang membaca apa yang tertulis di dalam AlQuran , agar tidak mendapatkan pengertian yang hakiki tentang Illahinaas, dan bagi orang yang shalat Tahadjud akan dihalangi agar tidak dapat menemui Tuhannya.

Jadi janganlah meremehkan ancaman yang dinyatakan oleh syaitan, yang tertulis di dalam AlQuran, yaitu di surat 72 AL JIN (Jin) ayat 2 !!!

Oleh karena itu anda sebagai umat Mumin janganlah meremehkan AlQuran dari makna yang hakiki, sebab jika anda meremehkan maka anda akan sulit keluar dari lingkaran membingungkan, yang disebabkan oleh gangguan dari kekuatan jahat yaitu syaitan / dadjal / anti Roh Allah, yang selama ini anda tidak sadari.

Akan tetapi kenyataannya tidak jarang umat Mumin saat ini meremehkan AlQuran dari makna yang hakiki seperti keadaan saya dahulu, hal itu tidak mengherankan.

Sebab hal itu sudah tergambar di Q.25:29,

Q.25:29 >>: Sesungguhnya dia/syaitan telah menyesatkan aku dari AlQuran sesudah AlQuran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.

Ayat diatas adalah penegasan keadaan orang yang meremehkan AlQuran, dimana hari kiamat adalah kerajaan yang hak kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah, maka dihari itu orang tersebut baru menyadari : bahwa diwaktu masih hidup di dunia setelah AlQuran datang padanya menjadi tersesat karena syaitan !

Ayat tersebut membuktikan bahwa syaitan menghalangi setiap pembaca agar tidak dapat menyadari siapa "Tuhanmu", Tuhannya", "Tuhanku", "Tuhan kita", "Tuhan kami", yang dikatakan Allah melalui Jibril yang tertulis di AlQuran !

Hal itu bisa dibuktikan, sampai saat ini kenyataannya setiap orang di seluruh dunia yang hanya membaca AlQuran saja bisa dengan pasti menjadi penyangkal Yesus Kristus, sehingga orang tersebut dengan tegas akan ngatakan bahwa "Yesus Kristus bukan Tuhan" ! , ironisnya sedangkan orang tersebut tidak pernah membaca Injil bahkan memegangpun tidak pernah.

Jadi begitu pentingnya isi dari surat Q.5:68, dimana ayat tersebut ada di dalam Al Quran, dengan demikian setiap orang yang membaca Al Quran di anjurkan membaca Injil, dan dalam ayat tersebut sudah dijabarkan dengan jelas apa yang terjadi dikemudian hari, sehingga dalam ayat tersebut dikatakan agar Rasul jangan bersedih.

.Q.5:68, yaitu, Katakanlah : Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil dan apa-apa yang diturunkan dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

Mengapa dikatakan pada kalimat terakhir dalam Q.5:68, bahwa setelah Al Quran diturunkan kepada Muhammad akan menambah “kedurhakaan” dan “kekafiran” kepada kebanyakan mereka ?

Hal itu tidak mengherankan dimana Allah Maha Tahu, diawal Al Quran diturunkan di zaman itu, disaat itulah sudah sangat banyak jumlah mereka yaitu orang yang kafir terhadap Tuhannya, sehingga setelah Al Quran datang kepada orang kafir, kemudian orang tersebut disesatkan syaitan (Q.25:29), hal itu jelas terjadi karena syaitan berkuasa terhadap mereka orang yang kafir terhadap Tuhannya (Q.16:99). sehingga orang yang memang sudah kafir terhadap Tuhannya setelah mereka membaca Al Quran tanpa ilmu pengetahuan (Kitab-kitab yang terkaiat) maka mereka mengikuti syaitan yang jahat (Q.22:8), kemudian mereka malah menjadi penghujat Tuhannya, oleh karena itu mereka menjadi "durhaka" terhadap Tuhannya. Begitu pula mereka yang awam tanpa sadar bisa menjadi kafir saja terhadap Tuhannya juga.

Oleh karena itulah sejak awal Al Quran diturunkan di zaman itu tertulis jelas: “suku kata” durhaka lebih dahulu disebut dari pada suku kata kafir dalam ayat Q.5:68 pada kalimat terakhir.

Jadi kalau anda perhatikan ayat-ayat Al Quran yang bermakna "peringatan" dan ancaman, dimana ayat tersebut hanya ditujukan untuk orang kafir bukan untuk orang durhaka, karena orang kafir masih diberi kesempatan untuk bertobat setelah menghayati "peringatan" pada ayat tersebut.

Sedangkan orang durhaka sulit bertobat dari kekafirannya. Oleh karena itu ditegaskan dalam Al Quran bahwa orang durhaka sudah pasti ada di "neraka", seperti ditegaskan pada Q.38:62.

Dengan demikian pada dasarnya semua itu harus disadari, bahwa apa yang tertulis di Q.5:68, bertambahnya kedurhakaan dan kekafiran akibat dari generasi-kegenerasi para pembaca meremehkan anjuran di ayat tersebut untuk membaca Injil, yang berarti meremehkan juga Al Quran, sebab ayat tersebut jelas ada di dalam Al Quran yang hanya dibaca / di Imani oleh semua orang-orang Mumin.

Hal tersebut nyata terjadi, hampir semua orang Mumin saat ini dengan berbagai alasan (mengatakan: Injil sekarang Palsu) walaupun tanpa ada bukti kebenarannya, sehingga berakibat hampir semua orang Mumin menolak membaca Injil yang ada sekarang ini.

Jadi kalau kita mau menyadari apa yang di Imani di dalam ayat tersebut (Q.5:68) yang ada di dalam Al Quran, maka bagaimana mungkin semua orang tanpa terkecuali bisa dipandang beragama kalau tidak mendapatkan Injil yang menurut anda harus yang "aslinya" (bukan yang sekarang ada), kalau demikian yang terjadi sia-sialah semua orang di dunia ini !, dan apa gunanya Al Quran yang merupakan Kitab terakhir ?, yang nyata-nyata makna ayat tersebut merupakan perintah sekaligus peringatan untuk kita semua agar menegakkan apa yang ada di dalam Kitab Taurat dan Injil, yang berarti harus membaca apa yang tertulis di dalamnya.

Oleh karena Allah Maha Tahu, maka janganlah heran kalau Allah sudah tahu tentang apa yang terjadi dikemudian hari dan sampai hari ini, jadi apa yang tertulis di Q.5:68 pada kalimat terakhir merupakan sebuah prediksi tentang apa yang terjadi setelah Al Quran diturunkan.

Kalau kita meyakini Al Quran Wahyu Allah / perkataan Allah melalui malaikat Jibril, maka janganlah meremehkan perkataanNYA di Q.5:68.

Oleh karena itu, jelas Al Quran adalah satu-satunya Kitab yang harus "dikaji", agar kita mendapatkan kesimpulan yang hakiki dari hasil selama mengkajinya.

Jadi sekali lagi saya ingatkan, begitu pentingnya semua umat Mumin mengkaji Al Quran, agar jangan menelan mentah-mentah apa yang ada di dalamnya, hal itu disebabkan Al Quran mengandung banyak misteri, salah satunya kalimat "jalan yang lurus itu", yang selalu di ucapkan berulang-ulang disaat mengkaji (Q.1. AL FATIHAH:6 ; Ihdinash-shiraathal mustaqiim) sehingga hanya orang yang berserah total kepada Allah serta akal yang mengandung hikmat dan hati yang bersih dapat memahaminya dengan benar, sehingga tidak menyesal dikemudian hari karena menjadi kafir terhadap apa yang dikatakan Allah berulang-ulang tentang "Tuhanmu", tersirat di Q.69:50.

Q.69:50 >> yaitu, Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir (dihari kiamat)

Ayat diatas jelas bahwa mereka dinyatakan kafir terhadap Tuhannya setelah hari kiamat tiba.

Oleh karena itu setiap orang pemegang Al Quran yang waktu hidup di dunia hanya berserah diri saja kepada Allah tanpa mencari tahu akan siapa Tuhannya yang tertulis di dalamnya, maka akan menyesal apabila menolak ayat Q.5:68 yaitu anjuran membaca Injil Kristus, sehingga tidak mengenal bahwa Tuhannya adalah Yesus Kristus, yang pernah hadir kedunia, dimana manusia Yesus adalah manusia sempurna / Suci yang berasal dari "Jelmaan Roh Allah sendiri", seperti ditegaskan dengan nama "Isa" di Q.19:17.

Penjabaran tersebut bisa dibuktikan di Q.36:51-52, bunyi ayatnya merupakan peringatan nyata akan keadaan orang-orang Mumin dihari kiamat, makna ayat tersebut supaya orang yang membaca Al Quran menyadari siapa yang disebut Tuhanmu.

Ayat tentang keadaan orang Mumin dihari kiamat.

Q.36:51 >> Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.

Q.36:52 >> Mereka berkata: "Aduhai celakalah kami ! Siapa yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur) ?" Inilah yang dijanjikan Tuhan Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya)

.

Ayat diatas jelas menggambarkan keadaan semua orang Mumin setelah ada di alam kubur saat hari kiamat nanti, dimana mereka orang-orang Mumin baru sadar dalam penyesalannya ("Aduhai celakalah kami !"), bahwa mungkin selagi hidup di dunia pernah mendengar di luar Kitab Al Quran ada Tuhan Yang berjanji membangkitkan orang mati dihari kiamat, sebab tidak ada satupun ayat Al Quran yang menyatakan janji Tuhan tentang hal tersebut, dan dalam penyesalannya mereka baru mengakui akan kebenaran Rasul-rasul yang lain selain Rasul Muhammad (Q,37:37).

Sebab ayat tersebut (Q.36:51-52) salah satu dari sekian banyak ayat yang mempunyai makna gambaran akan ancaman bagi mereka yang membangkang terhadap "kabar gembira" (Q.19:97), yaitu apa yang terlebih dahulu ditulis oleh para rasul yang ada di Alkitab.

Yaitu di 1 Tesalonika 4:16 >> Karena Tuhan sendiri akan turun dari surga dengan suatu sorak, dengan bunyi sangkakala Allah; maka segala orang yang mati didalam Kristus akan bangkit dahulu.

Oleh karena itu jelas bahwa semua orang disebut kafir terutama terhadap Tuhannya, yang tidak lain terhadap Tuhan Yesus, hal ini bisa dibuktikan bahwa dihari kiamat semua orang yang waktu hidupnya menyangkal Yesus Kristus, kemudian di alam kubur walaupun sudah terlambat ("basi") baru mengakui juga bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan (seperti tersamar di Q.36:51-52), sebab hanya Manusia Yesus saat di dunia "berjanji" akan membangkitkan orang mati dihari kiamat (tertulis di Injil Yahya 6:39) yang sampai saat ini diakui dengan Iman bagi orang yang mau percaya bahwa "Dia Yesus Kristus" adalah Tuhan dan juru selamat manusia berdosa.

Walaupun bunyi ayat di Q.36:51-52 seperti sebuah vonis, akan tetapi ayat tersebut bermakna hanya sebuah "peringatan" bagi semua orang yang masih hidup disaat membacanya agar terjaga, apakah mau keadaannya nanti "celaka" seperti di ayat tersebut ?, disinilah semua orang yang membaca Al Quran agar berpikir.

Itulah salah satu dari sekian banyak ayat dalam Al Quran yang merupakan ancaman bagi orang-orang yang kafir terhadap Tuhannya.

Jadi ayat di Q.36:52 merupakan "peringatan" kepada semua orang Mumin selagi masih hidup didunia, sebab Allah Maha Tahu bahwa semua orang Mumin pasti tidak akan mau percaya apa yang di katatakan Yesus Kristus di dalam Injil, bahkan sampai hari ini hampir semua orang Mumin tidak akan mau membaca "Injil Kristus" dengan berbagai alasan.

Ironisnya dimana ayat ini terdapat dalam surat YAA SIIN yang sering di bacakan, akan tetapi semua orang yang mendengar tidak menyadari akan maknanya !

Jadi bisa dilihat kenyataan yang ada, bahwa siapapun orangnya yang sudah merasa tamat dalam mengkaji Al Quran dan kemudian orang tersebut membaca Injil hanya dengan akal tanpa hikmat, maka akan sulit untuk percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, sebab tidak ada satupun ayat dalam Injil yang menjelaskan akan pengakuan langsung dari mulut Yesus secara terus terang bahwa "Dia" Tuhan !.

Oleh karena itu di dalam Injil, Yesus hanya cukup berkata "Imanmu menyelamatkan mu !"..

Jadi Al Quran diturunkan di zaman itu di jazira Arab untuk semua orang yang berserah diri kepada Allah (tetapi masih ragu akan kebenaran Injil), yang bermakna petunjuk untuk dipilih dengan mengkaji agar manusia memahami siapa yang disebut ber ulang-ulang dengan kata-kata Tuhanmu /nya.

Hal itu nyata, sebab apabila kita meyakini Al Quran adalah Wahyu / perkataan Allah yang disampaikan Jibril, maka jelas siapa lagi yang dikatakan oleh Allah tentang Tuhanmu / nya itu ?

Dengan demikian semua orang Mumin yang berserah diri kepada Allah apabila mengkaji Al Quran harus dalam "posisi Netral" / (kembali pada fitrahnya) sehingga kita dapat memahami bahwa Al Quran adalah Kitab yang memberikan pelajaran dan mengandung peringatan yang nyata untuk orang-orang yang kafir terhadap Tuhannya, tersirat di Q.19:71.

Q.19:71 >> Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.

Ayat diatas jelas merupakan ancaman bagi semua pembaca Al Quran, hal itu nyata dari suku kata yang ada : " dari padamu" dimana ayat tersebut ada dalam surat yang terdapat di Al Quran, maka siapa yang membaca surat tersebut suku kata "mu" jelas ditujukan kepada pembaca surat tersebut , sehingga makna dari ayat itu jelas merupakan vonis yang sudah ditetapkan Tuhan untuk semua pembaca Al Quran !

Akan tetapi sebenarnya ayat tersebut bertujuan untuk dikaji oleh semua pembaca Al Quran, agar dengan nalarnya untuk mencari tahu: Tuhan siapa yang memvonis sekejam itu ?

Ayat tersebut Q.19:71 sesungguhnya gambaran sebuah hukuman akibat konsekuensi yang harus diterima bagi mereka yang menyangkal Tuhannya, yang tidak lain Tuhan Yesus Kristus.

Sebab Tuhan Yesus berkata di dalam Injil, bahwa yang tidak percaya apa yang dikatakanNya harus masuk hukuman, yang tidak lain "Neraka", tertulis di Injil Markus 16:16.

Injil Markus 16:16 >> Barang siap yang percaya dan dibaptiskan, ialah akan diselamatkan, tetapi barang siapa yang tidak percaya itu, ialah akan dihukumkan.

Jadi bisa dibuktikan : sesungguhnya ayat tersebut membuktikan bahwa Al Quran diturunkan di jazira Arab di zaman itu dengan bahasa Arab setempat (agar mudah dimengerti / dibaca) untuk orang yang membangkang terhadap Injil Kristus yang merupakan "kabar gembira", tersirat dengan tersamar di Q.19:97.

Oleh karena itu sampai hari ini sekalipun seseorang membaca kedua Kitab Injil dan Al Quran hanya untuk mencari perbandingan, maka hal itu tidak akan dapat membuktikan maksud dari tujuan ayat-ayat Al Quran yang bermakna peringatan, dimana ayat-ayat tersebut tergolong ayat Mutasyabihat yang berhubungan dengan kebenaran Injil.

Dengan demikian kalau kita sudah memahami salah satu contoh hubungan antara ayat Al Quran Q.19:71 dengan Injil Markus 16:16 seperti uraian diatas, maka tidak heran kalau orang mengatakan Al Quran menegakkan kebenaran, yang berarti bukan menyalahkan akan tetapi menegakkan apa yang sudah ada sebelumnya, yaitu keraguan akan Injil sejak di zaman itu, oleh karena itu ayat-ayatnya yang bermakna peringatan keras bertujuan supaya pembaca sadar.

Oleh karena hal itu tidak dimengerti oleh hampir semua orang Mumin, apalagi orang Nasrani (Al Quran bukan Kitabnya), maka sampai kapanpun bahkan sampai pada hari ini mereka hanya "berdebat terus terus terus berdebat" saja membahas Al Quran dan Injil, itulah yang tidak disadari manusia, bahwa keadaan tersebut adalah kemauan ghaib jahat yang tidak menghendaki manusia damai.

Oleh karena itu sekali lagi diingatkan begitu pentingnya membaca Injil, dimana dari sejak Awal Al Quran diturunkan sudah di peringati di Q.5:68.

Jadi langkah yang utama, adalah kita harus meniadakan isu-isu yang tertanam dipikiran kita tentang Injil yang sekarang "katanya Palsu sudah direkayasa".

Akan tetapi yang perlu kita ingat, kalau kita merasa iman keyakinan kita sudah sempurna, mengapa harus takut membaca Injil, sebab setelah saya membaca Injil ternyata bahwa Kitab Injil itu tidak ada yang menyeramkan, karena tidak ada surat AL Jin seperti di Kitab Al Quran !

Jadi begitu pentingnya kita membaca Kitab-kitab terdahulu, karena Kitab-kitab tersebut merupakan ilmu pengetahuan yang terkait.

Jika kita tanpa dasar dari ilmu pengetahuan tersebut maka kita akan membantah tentang Allah / Tuhan, hal itu sudah ditegaskan dalam Al Quran di Q.22: 3 & 8.

Q.22:3 >> Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang sangat jahat.

Q.22:8 >> Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya.

.

Oleh karena itu begitu pentingnya kita membaca "Alkitab" / Kitab Taurat, Injil berikut Kitab Wahyu, dimana Kitab Injil di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, hal itu sudah ditegaskan di Q.5:46.

Sedangkan Kitab Wahyu adalah Kitab yang isinya tentang sabda Yesus Kristus, disaat Dia sudah bangkit dan berada di alam kekal / alam Roh dan Kitab tersebut ditulis oleh nabi Yahya setelah mendapat wahyu dari Yesus Kristus.

Jadi apa yang dikatakan Yesus Kristus setelah Dia "sudah berada dalam alam kekal", maka Kitab tersebut disebut "Kitab Wahyu"

Sedangkan dalam Injil Matius, Markus, Lukas dan Yahya, apa yang tertulis di dalamnya merupakan sabda Yesus Kristus saat "Dia" masih sebagai manusia, maka banyak orang yang menjadi ragu mengapa Yesus Kristus manusia bisa disebut Tuhan.

Oleh karena itu begitu pentingnya isi dari Kitab Wahyu, dengan demikian supaya pembaca Al Quran tahu siapa sesungguhnya "Isa putera Maryam itu !". Maka ayat dari Kitab Wahyu yang bermakna sebuah pernyataan dari Yesus sendiri tentang siapa sesungguhnya "Dia", ditegaskan kembali dengan singkat di dalam Al Quran, sehingga merupakan "petunjuk penting" untuk menegaskan bagi pembaca Al Quran yang sudah juga membaca "Alkitab" agar terjaga, bahwa "Dia" Yesus Kristus yang bersabda di Wahyu.22:13 adalah Tuhan !

Jadi ayat Q.57:3:4 sebuah bukti bahwa Al Quran menegakan kebenaran tentang keTuhan-an Yesus Kristus berdasarkan sabdanya di Kitab Wahyu 22:13.

Hal itu dijabarkan dengan tegas tapi tersamar di dalam Al Quran Q.57:3-4, dimana ayat ini terletak di tengah-tengah dalam urutan surat Al Quran yang jumlahnya 114 surat, sehingga ayat tersebut merupakan penengah apa yang selalu diperselisihkan tentang Tuhan oleh para penafsir !

Kalau para pembaca masih tetap menyangkal / menolak penjabaran Q.57:3-4, hal itu tidak mengherankan karena "Allah Maha Tahu", oleh karena itu ayat-ayat Al Quran banyak berisi "peringatan" / ancaman bagi pembacanya (contoh Q.19:71), sebab ayat yang ada di Al Quran sendiri dibantah juga oleh pembacanya, walaupun sudah ditunjukan bukti dari apa yang memang sudah tertulis pada Kitab terdahulu.

Kitab Wahyu 22:13 >> Maka Aku inilah Alif dan ja, Yang terdahulu dan Yang terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir. (Injil cetakan 1971)

.

Q.57:3 >> Dialah Yang Awal dan Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Q.57:4 >> Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

.

Jadi kalau anda perhatikan sabda Yesus Kristus pun dalam Kitab Wahyu hanya mengatakan "Akulah Yang Awal dan Yang Akhir", dan Dia sendiri tidak mengatakan "diriNya Tuhan" alias pencipta langit dan bumi !

Akan tetapi kalau anda lihat dari isi Al Quran Q.57:3, yaitu jelas apa yang dikatakan Yesus dalam Kitab Wahyu 500 tahun sebelum ada Al Quran, kemudian dikatakan lagi dalam Al Quran dengan kalimat: "Dialah Yang Awal dan Yang Akhir", bahkan dipertegas lagi dengan kalimat "Yang Zhahir dan Yang Bathin" , hal ini agar pembaca tanggap bahwa Dia Yesus Kristus pernah dalam alam Zhahir/ dunia nyata dan sekarang Dia Yesus Kristus dalam rupa "Roh" / Bathin !

Bahkan untuk memberikan penjelasan kepada pembaca Al Quran bahwa Dia Yesus Kristus adalah "Tuhan" yang telah bersabda di Kitab Wahyu: " Akulah Yang Awal dan Yang Akhir" , maka Allah berkata melalui Jibril (Al Quran / Q.57:4) untuk meyakinkan pembaca dengan kalimat: "Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa".

Kalimat tersebut bertujuan supaya pembaca Al Quran yang sudah membaca "Injil Kristus" tanggap bahwa Dia Yesus Kristus adalah Tuhan !

Kemudian diayat yang sama dipertegas dengan kalimat: Dia bersemayam di atas 'arsy, dan dipertegas lagi dengan kalimat: Dan Dia bersama kamu dimana saja kamu berada. Dan Allah .................. .

Jadi kalau anda sudah membuka dan membaca "Alkitab" maka anda akan tahu bahwa Al Quran walaupun hanya ditinjau dari dua ayat saja yaitu Q.57: 3 & 4, maka anda akan tahu yang selama ini hanya anda katakan tetapi anda tidak bisa buktikan bahwa Al Quran adalah ringkasan dari Alkitab!

Maka dengan jelas kenyataannya:

- Q.57 : 3, adalah cermin penegasan dari apa yang memang sudah tertulis di Kitab Wahyu 22:13

- Q.57 : 4, adalah cermin dari kumpulan beberapa ayat "ALKITAB", yang kenyataannya bahwa ayat-ayat tersebut di dalam ALKITAB letaknya terpisah-pisah, yaitu:

- Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kalimat ini gambaran bahwa Dia adalah Yesus Kristus, dimana kalimat tersebut menunjukan cermin dari isi Kitab para Rasul yang selalu mengatakan "Tuhan Yesus".

- Kemudian Dia bersemayam di atas 'arsy...... , kalimat ini cermin dari beberapa isi ayat-ayat yang ada di surat Rasul Paulus yang menyatakan keberadaan Yesus Kristus, sebagai Imam Besar yang duduk disebelah kanan arasy takhta Yang Mahabesar di sorga: 1Petrus.3:22, Ibrani.8:1&3, dll

- Dan Dia bersama kamu dimana saja kamu berada. Kalimat ini merupakan penegasan ulang apa yang ada di Injil Matius 28:20, yaitu setelah Dia Yesus Kristus bangkit hidup kembali dalam "Roh", kemudian menampakkan diri serta bersabda: Aku ini beserta dengan kamu senantiasa hingga kepada kesudahan alam." (Injil cetakan 1971-ejaan lama)

- Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. Kalimat terakhir ini dalam Q.57:4 merupakan penegasan kepada pembaca agar tanggap, bahwa siapa Allah (Sang Haliq) dan siapa Tuhan itu (yang menciptakan langit dan bumi, dengan kata lain bahwa Tuhan datang ke dunia dengan cara menjelma seperti Manusia itu !), hal ini adalah cermin isi surat Rasul Paulus yang menyatakan bahwa hanya satu Allah saja, yaitu Bapa, dan satu Tuhan saja yaitu Yesus Kristus, tertulis di 1 Korintus : 6.

Jadi jelas hanya dilihat dari 2 ayat saja dalam satu surat dalam Al Quran, ternyata ayat-ayat tersebut merupakan cerminan dari beberapa ayat-ayat dalam "Akitab" yang letaknya terpisah-pisah.

Dengan demikian ditinjau hanya dari ayat-ayat tersebut saja, maka merupakan bukti bahwa Al Quran adalah "ringkasan" dari Kitab Injil, yang bertujuan merupakan "petunjuk" tentang gambaran bahwa Yesus Kristus yang tertulis di Injil adalah Tuhan.

Jadi tidak heran kalau anda mengatakan Al Quran adalah "ringkasan" dari Injil walaupun anda pasti tidak bisa membuktikannya !, oleh karena anda tidak pernah menyentuh apalagi membaca Injil Kristus !

Masih banyak lagi ayat-ayat dalam Al Quran yang merupakan "ringkasan" dari Kitab Injil, yang sesungguhnya secara tersamar sehingga tersembunyi dengan tujuan untuk mendukung kebenaran Injil Kristus, dimana hanya satu ayat saja dalam Al Quran bisa mengandung beberapa potongan dari sabda Yesus Kristus yang terdapat di Injil Kristus.

Apabila satu ayat Al Quran yang mengandung ringkasan tersebut, maka jika dibaca oleh orang yang tidak meneliti Injil dengan benar, maka ayat Al Quran tersebut bisa berbalik bagi yang membacanya sehingga menyangkal Tuhan yang sudah dikenal oleh orang Nasrani / yang percayaNya sebelum ada Al Quran.

Salah satu contoh ayat Al Quran yang merupakan ringkasan sabda Yesus Kristus di Injil, yaitu Q.5:72.

Q.5:72 ; Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata; "Sesungguhnya Allah ialah AL Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" ..... ... ... .

Dalam ayat tersebut (Q.5:72) kalimat pertama sebenarnya menegaskan secara samar-samar tentang kebenaran apa yang dikatakan Yesus Kristus di dalam Injil, yaitu bahwa Yesus Kristus pada saat di dunia sebagai manusia, Dia telah mengajarkan kepada manusia tentang isi pokok ”Doa” yaitu : Doa, “Bapa kami yang disurga” … , jadi jelas kalau di tinjau dari ucapan / perkataan yang Yesus sendiri ajarkan, secara tidak langsung memberi tahu bahwa “Dia” sendiri mengatakan posisi statusNya bukan Allah, yang berarti masih ada yang disebut sebagai BapakNya yang berada disurga.

Sedangkan kalimat selanjutnya pada ayat yang sama (Q.5:72) adalah penjelasan yang tersamar yang ada di Injil Markus 12:29 yaitu tentang jawaban Yesus Kristus sendiri (saat itu "Dia" masih dalam wujud manusia) kepada orang-orang Yahudi yang kafir terhadap Dia.

Begitu pula ayat selanjutnya (Q.5:73). Jika kita tidak memahami Injil dengan benar maka apabila kita membaca ayat-ayat tertentu yang bersifat samar-samar / Mutasyabihat", yang terjadi dalam pikiran kita akan bertolak belakang, sehingga kita tanpa sadar menjadi penyangkal akan "Dia" Yesus Kristus adalah Tuhan kita.(tidak di jabarkan karena penjelasan panjang)

Dan perlu anda kaji untuk membuktikannya, bahwa ringkasan dari gambaran global tentang Allah yang ada di "Kitab Musa" / Taurat selalu dijabarkan singkat dalam Al Quran.

Dimana karakter dari gambaran Allah yang tertulis di Kitab Taurat Musa adalah "Kejam". Contoh dari zaman Nabi Nuh, Allah memusnakan manusia dengan "air bah", dizaman Nabi Musa begitu pula di masa-masa selanjutnya dan seterusnya, dengan demikian kisah yang ada dalam Taurat / "Kitab Musa" seakan tergambar bahwa Allah "Kejam membunuh orang kafir membela orang benar !"

Oleh karena itu tidak heran kalau dalam Al Quran ada ayat yang bernada "seakan perintah Allah" yang kejam-kejam, yang sesungguhnya ayat tersebut hanyalah gambaran dari karakter Allah yang terdapat dalam "Kitab Musa".

Hal inilah kalau ditelan mentah-mentah oleh pembacanya akan ber akibat "fatal" bahkan menyimpang dari inti Al Quran, karena bertolak belakang dengan sifat "Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang", dimana kalimat ini sebagai pembuka setiap awal surat dalam Al Quran.

Tetapi keadaan dari efek tersebut tidak mengherankan, sebab memang sudah tertulis di "Alkitab", yaitu di 2 Korintus 3 :14-18.

Begitu pula gambaran Allah yang ada dalam Injil Kristus, diungkapkan dalam Al Quran dengan kalimat lengkap: "Allah Yang Maha Pemurah", hal inilah menunjukan bahwa melalui sosok Yesus Kristus yang ada di Injil adalah gambaran "Karakter" Allah Yang Maha Pemurah. Pendapat tersebut tidak bisa dibuktikan kalau kita tidak memahami bahwa Allah menurunkan Kitab-kitab bukan untuk menimbulkan perselisihan, dengan demikian kita harus berjiwa besar untuk membaca Injil Kristus, dan bukan untuk mencari-cari kekurangan !

Oleh karena itu gambaran Allah Yang maha Pemurah sudah pasti mengacu pada sosok Yesus Kristus di Injil, hal ini bisa di buktikan bahwa ayat-ayat yang menyinggung tentang "peringatan" bahwa Allah mempunyai anak, selalu ditulis lengkap dengan penjelasannya, yaitu: " Kafir lah orang yang menda'wakan Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak". (jelas gambaran dari sosok Yesus Kristus tidak mempunyai anak dan tidak terjadi dari benih manusia bumi /Q.19:91). Dan dimana Yesus Kristus sudah disebut "Tuhan" sejak 500 tahun sebelum ada Al Quran bagi orang yang percayaNya, maka syaitan pun mengakui hal tersebut, tertulis di surat 72 AL JIN : 3.

Q.72:3 >> dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.

Jadi jelas bahwa Tuhan itu Esa, dimana syaitan / Jin dibawah kuasaNya sehingga syaitan / Jin mengakui dalam ayat tersebut secara tersamar bahwa "Dia" Yesus Kristus yang tidak beristeri dan tidak pula beranak adalah Tuhan.

Itulah sebabnya mengapa Islam disebut "Agama berakal", hal itulah yang memicu kita semua pembaca supaya dengan "akal" dapat memecahkan misteri ayat-ayat "Mutasyabihat".

Jadi jelas pendapat setiap pembaca Al Quran tergantung antara "Logika dan ayat Mutasyabihat", hal itu hanya berlaku bagi orang yang sudah membaca Injil Kristus dan bukan untuk mencari perbandingan.

.

Jika anda sudah menyimak penjabaran diatas, tetapi anda masih juga tidak percaya bahwa Yesus Kristus sudah dibangkitkan dalam "Roh" kemudian menyatakan diriNya "Yang Awal dan Yang Akhir" serta "Aku ini menyertaimu...".

Hal itu tidak mengherankan karena dalam pikiran anda masih terpengaruh akibat menelan mentah-mentah makna dari isi Q.156 & 157 tentang penyaliban nabi Isa.

Akibat anda menelan mentah-mentah tanpa disimak dengan seksama isi dari ayat tersebut, maka anda "ikut-ikut-an" mengatakan bahwa Isa tidak disalib.

Walaupun pendapat anda ikut seperti ucapan mereka yang kafir, maka akibatnya kesimpulan andapun berpendapat logis / masuk akal: "Bagaimana mungkin ada kebangkitan, disalib saja tidak pernah !", dasar dari pendapat inilah yang membuat sulit orang menerima Injil Kristus.

Mengapa saya mengatakan ketidak percayaan anda akibat anda menelan mentah-mentah Q.4:156 & 157 ?, hal itu bisa dibuktikan.

.

Coba kita teliti bunyi dari Q.4:156&157.

Q.4 : 156 >> Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),

Q.4 : 157 >> dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 'Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) 'Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa.

Coba anda simak ayat diatas (Q.4:156&157) dengan hati-hati !

Jelas ayat 156 menegaskan bahwa mereka adalah yang kafir terhadap Isa atau Yesus Kristus (kalau Isa anda anggap sama dengan Yesus Kristus).

Sedangkan ayat 157 jelas isinya dengan tegas yaitu: "karena ucapan mereka" yang kafir terhadap Yesus, sehingga isinyapun hanya ("kata mereka") "bagi mereka" yang kafir terhadap Yesus Kristus, jadi isinya bukan bagi Allah Yang Maha Tahu tentang peristiwa penyaliban yang terjadi 500 tahun sebelum Al Quran ada !

Dengan demikian jelas Al Quran menceriterakan situasi orang-orang di zaman itu yang hanya sebagai pendengar tentang kisah penyaliban yang terjadi 500 tahun yang lalu, sehingga ada yang ragu-ragu dan bahkan ada yang tidak yakin.

Sehingga jelas bahwa merekalah yang kafir yang mengatakan Isa tidak disalib tetapi "diserupakan", maka Al Quran dengan tegas dengan mengatakan : "Karena ucapan mereka" sehingga jelas ceritanyapun "hanya bagi mereka saja yang kafir !".

Jadi setelah anda simak ayat tersebut, apakah anda mau percaya ucapan mereka di zaman itu yang memang sudah mempunyai penyakit dalam hatinya sehingga kafir terhadap Yesus Kristus ?

Dimana mereka adalah orang-orang keturunan Yahudi yang leluhurnya merupakan saksi hidup yang membenci Yesus, jadi dengan pasti karena dasar dari kebenciannya maka mereka bunuh Yesus Kristus dikayu salib, akan tetapi karena mereka sudah punya penyakit di dalam hatinya, maka mereka terkejut disaat Yesus Kristus "Bangkit dari kubur", sehingga mereka para Imam Yahudi yang "dengki" di zaman itu mengarang ceritera bohong yang tersiar hingga hari ini, yaitu dengan julukan "Dusta Mahkamah Agama".(Injil Matius 28:11-15)

Itulah tujuan isi dari Q.5:68, yaitu agar semua pembaca Al Quran dianjurkan membaca "Injil Kristus" supaya tahu duduk persoalan tentang kisah penyaliban Yesus Kristus yang terjadi sebelum ada Al Quran , "jadi bukan mendengar kata orang saja".

Karena: Injil adalah "kisah peristiwa" yang ditulis oleh saksi hidup, tentang kehidupan Yesus Kristus dari lahir sampai disalib, mati dan bangkit !

Sedangkan Al Quran hanya "menceriterakan situasi" orang-orang di zaman itu yang hanya sebagai pendengar tentang peristiwa penyaliban yang terjadi 500 tahun sebelum Al Quran ada !

Jadi kalau anda setelah membaca isi dari Q.4:156-157, kemudian anda mengatakan bahwa Yesus Kristus tidak disalib walaupun anda tidak pernah membaca "Injil Kristus" bahkan menyentuhnyapun tidak pernah, maka anda termasuk orang yang terpengaruh "karena ucapan mereka" yang kafir terhadap Isa / Yesus Kristus seperti di zaman itu, hal itu sudah ditegaskan oleh Al Quran itu sendiri !

Oleh karena itu keyakinan akan pandangan Yesus Kristus disalib, adalah merupakan "kunci mutlak" untuk percaya akan kebangkitanya, sebab semua sabda Yesus Kristus yang berhubungan dengan wewenang keIllahianNya diucapkan setelah Dia sudah bangkit dan hidup di dalam roh !

Jadi kalau sampai hari ini anda tidak percaya Yesus Kristus disalib, maka anda tidak akan memahami misteri siapa sesungguhnya "Dia yang menciptakan langit dan bumi" yang tertulis di surat 57. AL HADIID ayat 3 & 4, sehingga anda tidak akan pula memahami siapa yang disebut: Tuhanmu, Tuhannya, Tuhan kita, Tuhan kami.

Kesimpulan saya,

terserah pada Anda !

.

Kalau anda sudah memahami kata-kata / kata ganti yang ada di dalam AlQuran, maka apabila anda membaca AlQuran Terjemahan resmi Dept Agama RI, cetakan 1984, maka anda akan mudah memahami Isi yang hakiki dari AlQuran.

Adapun kata ganti tersebut yaitu,

"Suku Kata" yang merupakan kata ganti:

Allah > Mayoritas menunjukan Sang Haliq

Isa > Gambaran untuk sosok Yesus Kristus dari sudut pandang manusia biasa saja.

Ilaahin naas > Gambaran sosok manusia Illahi yaitu Yesus Kristus seutuhnya.

Dia > Adalah kata ganti orang ketiga yaitu untuk merujuk kepada Yesus Kristus.

Tuhan > Mayoritas gambaran global wewenang kuasa yang ada pada sosok "Dia".

Tuhanmu, Tuhannya, Tuhanku, Tuhan kita > gambaran yang merujuk kepada Tuhan sejati yang sebenar-benarnya Tuhan yang sudah dipercaya oleh manusia, dimana manusia yang mempercayaiNya merasa seakan Tuhan itu sudah milikinya, terhadap pribadi manusia yang bersangkutan.

.

Jadi kesimpulan penting yaitu : Bahwa AlQuran dengan ayat-ayat Mutasyabihat (samar-samar) yang tertulis di dalamnya, pada hakekatnya makna dari ayat-ayat tersebut mendukung akan kebenaran Injil yang memang benar adanya, hal inilah yang tidak dipahami oleh hampir seluruh umat Mumin, yang tanpa disadari akibat dari pengaruh kekuatan jahat diluar manusia seperti sudah digambarkan di Q.25 : 29.

Dengan demikian jelas bahwa ayat-ayat "Mutasyabihat" hanya bisa dipahami dengan akal / "Logika", yaitu mencari jalan keluar dengan penyelidikan yang mendalam dari Kitab-kitab terdahulu.

"Allah itu Maha Bijak" jadi jelas menurut "Logika" tidak akan mungkin Allah menurunkan Kitab-kitabNYA membuat manusia saling tuduh dan saling berseteru (Q.4:82), dan tidaklah mungkin "Allah Yang Maha Bijak" mempersulit umat manusia untuk memahami FirmanNYA !

Oleh karena itu setelah anda membaca tulisan ini, kemudian mengkaji kembali ayat-ayat Al Quran yang dilandasi dengan Fitrah diri, dan disertai Kitab Injil Kristus maka "sudah waktunya" anda akan tahu maksud kebenaran apa yang terkandung dalam Al Quran, seperti sudah tersirat sejak awal dahulu Al Quran diturunkan (Q.38:88).

Q.38:88 >> Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Quran setelah beberapa waktu lagi.

Ayat di Q.38:88, menimbulkan beberapa pertanyaan:

-Jadi yang bagaimana dimaksud kebenaran dalam Al Quran ?

-Jadi apa maksud kalimat: "beberapa waktu lagi" dalam ayat tersebut ?, sedangkan ayat tersebut sudah lebih dari 1000 tahun yang silam dari sekarang.

Dengan demikian setelah anda pribadi membaca dan menyimpulkan atas pengalaman dan penjabaran yang saya tulis.J

Maka jawaban dari pertanyaan diatas hanya anda "pribadi" yang tahu, sebab yang utama setelah hidup ini hanya "Imanmu yang menyelamatkanmu"

Ingat ! Allah tidak menghendaki setelah ajal menjemput, kita masuk ketempat terkutuk "Siksa Kubur".

Sesungguhnya "Sika Kubur" adalah sebuah ancaman bagi orang yang menyangkal Tuhannya, yang tanpa disadari yaitu menyangkal Tuhan Yesus Kristus.

Jadi janganlah kita keliru sehingga kita meng-amin'kan "Siksa Kubur" pada diri kita, kekeliruan itulah yang dikehendaki "syaitan yang jahat".

Oleh karena itu Allah berpesan melalui Jibril terlulis Al Quran surat 23. AL MU'MINUUN :29, : Dan berdo'alah: Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang memberi tempat."

Sebab hanya Tuhan Yesus Kristus yang telah berjanji menyediakan tempat bagi jiwa-jiwa yang percaya akan Allah dan percaya juga kepadaNya . Injil Yahya 14 : 1-3.

Jadi dapat disimpulkan: jika kita dalam melakukan pengkajian Al Quran kemudian tidak menyadari akan adanya gangguan dari kekuatan jahat / syaitan (Q.16:98), maka kita akan mengikuti ayat-ayat Mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah (Q.3 : 7).

Oleh karena itu kalimat utama: "Tidak ada Tuhan selain Allah", sesungguhnya kalimat tersebut mengandung sebuah misteri yang bisa diketahui.

Apabila kalimat tersebut ditelan mentah-mentah, maka berakibat menjadi suatu harga mati sehingga sulit menerima siapa sesungguhnya Tuhan yang ada di samping Allah itu ! (Q.23:117 & Q.26:213).

Dengan demikian sampai ajal menjemput, kita tidak akan mungkin percaya bahwa Tuhan kita adalah Tuhan Yesus Kristus !, bahkan sebaliknya kita bisa menghujat "Dia" , maka tanpa sadar jadilah kita "orang durhaka" (tertulis di Q.5:68, kalimat terakhir).

..
Hal itu tidak mengherankan, sebab kita selalu berpendapat tidak ada satu dalihpun dan tidak ada satu manusiapun yang dapat merubah "Aqidah".

Akan tetapi kenyataannya yang dapat merubah aqidah hanya "Dialah Yang Awal dan Yang Akhir !"

Jadi: Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah) ? Q.19:65.

Jawabannya, ada di Injil Yahya 6:37 & 15:16 !

Injil Yahya 6:37 >> Segala sesuatu yang Bapak karuniakan kepadaku, itulah juga akan datang kepadaku, dan orang yang datang kepadaku, sekali-kali tiada Aku akan menolak dia.

Injil Yahya 15:16 >> Bukannya kamu ini yang memilih Aku, melainkan Aku inilah yang memilih kamu serta menetapkan kamu,......... .

Kenyataannya hampir semua pembaca Al Quran hanya pasrah tanpa ada usaha untuk mencari tahu (Q.43:61 / Injil Yahya 14:6), bahkan sebagian besar menolakNya, ironisnya hal itu memang sudah di prediksikan dalam Al Quran 76 : 3 & 30

Q.43:61 / > 31:34 >> Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.

Ket: kalimat pada ayat di Q.43:61: "Ikutilah Aku" menujukan secara tersamar bahwa orang yang percaya "Isa" (gambaran Tuhan Yesus) disebut "pengikut", seperti ditegaskan di Q.3:55, oleh karena itu pengikut Yesus Kristus disebut "Kristen"

Injil Yahya 14:6 >> Maka kata Yesus kepadanya: ,,Aku inilah Jalan dan Kebenaran dan Hidup; seorangpun tiada sampai kepada Bapak, kecuali dengan Aku.

Ket: Ayat Injil Yahya 14:6 jelas menunjukan bahwa Yesus Kristus mempunyai wewenang untuk membawa jiwa manusia (setelah ajal menjemputnya) yang percaya "Dia" ke-"alam atas" (ket: di Q.3:55 tertulis "ditinggikan") untuk mendapatkan pengharapan kebijaksanaan disaat diadili pada hari kiamat oleh Allah Yang Maha Bijaksana, bukan membawanya ke-"alam bawah siksa kubur" untuk diadili oleh kekuatan jahat syaitan yang tidak ada rasa bijaksana, yang berarti tidak ada pengharapan lagi !, sebab diwaktu masih hidup di dunia manusia diberi kebebasan memilih oleh Allah untuk mengikuti jalan yang mana akan keselamatan yang pasti ?

Q.76:3 >> Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.

Q.76:30 >> Dan kamu tidak menghendaki (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Jadi jelas apa yang tertulis dalam Al Quran 76:30, kalau bukan kemauan anda sendiri untuk mengetahui makna yang hakiki dari "jalan yang lurus itu", maka anda akan menjadi orang-orang yang merugi.

Oleh karena itu sekalipun ajal menjemput tetapi kita selama hidup hanya dalam keadaan "berserah saja kepada Allah / Islam", tanpa mau berfikir sehingga menelan mentah-mentah, maka tidak akan mungkin anda tahu apalagi percaya bahwa Yesus kristus adalah Tuhan yang telah bersabda di Injil Markus 16:16.

Injil Markus 16:16 >> Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Dengan demikian selagi anda diberi umur panjang, anda mempunyai masa yang cukup untuk berfikir agar mencari tahu "siapa Isa dalam Al Quran dan siapa Yesus Kristus dalam Injil, karena hal inilah merupakan akar permasalahan yang mengakibatkan pembaca sulit bahkan enggan untuk memahami sosok dengan nama Yesus Kristus, oleh karena itu permasalahan tersebut merupakan dilema yang tidak akan berakhir jika tidak dipahami dengan benar.

Jadi pemahaman tersebut sebagai kunci dasar bagi semua orang Mumin pembaca Al Quran untuk mendapatkan solusi jalan keluar dari lingkaran ayat-ayat yang membuat pikiran pembaca terkekang / terkurung karena tidak mau memahami "makna yang sesungguhnya" seperti ayat di Q.2:120.

Q.2:120 ; Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Isi dari ayat diatas pada kalimat pertama; Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti mereka.

Kalau anda membaca sekilas tanpa "pengetahuan" sejarah yang tertulis di Injil, maka anda dengan pasti akan berpendapat negativ makna dari kalimat tersebut, dimana mengakibatkan isi dari benak pikiran para pembaca ayat tersebut menyimpulkan bahwa orang Yahudi dan Nasrani di zaman itu "berhati busuk !"

Akan tetapi yang harus kita ketahui bahwa Al Quran di zaman itu untuk "orang beriman" / bertakwa kepada Allah yang belum terpengaruh akan paham Yahudi dan Nasrani, dimana mereka Yahudi yang kafir terhadap Yesus dan mereka Nasrani yang percaya Tuhan Yesus, di zaman itu mereka saling berlomba-lomba untuk memberitakan ajaran / keyakinan mereka masing-masing, yaitu ajaran anti Yesus dan ajaran bahwa Yesus juru selamat atau penolong manusia akibat (dari dosa) yang dikenal dengan "berita gembira Injil keselamatan".

Dan dalam kalimat selanjutnya (Q.2:120) yaitu; Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)".

Kalimat diatas tersebut tersirat sebuah kebijakan bagi orang beriman / bertakwa yang masih dalam posisi "netral" tak berpihak, sehingga merupakan sebuah perintah (Katakanlah:) kepada pembaca Al Quran agar memberikan jawaban secara bijak kepada mereka yang berselisih (Yahudi dan Nasrani), bahwa petunjuk-petunjuk yang ada di Al Quran "yang sebenarnya" harus dikaji, yang sudah tentu petunjuk-petunjuk (salah satu anjurannya membaca Injil agar mendapat pengetahuan, tertulis di Q.5:68) yang menyangkut tentang siapa penolong manusia setelah Yesus Kristus hadir di dunia.

Hal itu jelas tersamar pada (Q.2:120) kalimat selanjutnya; Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu,.....

Kalimat selanjutnya pada ayat tersebut diatas jelas secara tersamar menunjukan bahwa "mereka" yang tertulis diayat itu merujuk kepada golongan Nasrani, karena pembaca tidak mungkin mengikuti keduanya dan hal itu dipertegas dengan kata: "pengetahuan", yang tidak lain yaitu "pengetahuan" yang telah didapat dari membaca Injil, dimana semua orang yang membaca Injil dengan hikmat maka akan tahu bahwa Yesus Kristus itu telah diberi kuasa oleh Allah (dalam Al Quran tergambar "Isa hanya seorang saja yang terkemuka di dunia dan akhirat" / Q.3:45) untuk menyelamatkan / menolong manusia (karena dosanya) yang mau diselamatkan karena percaya kepada "Dia", dengan kata lain "Allah bukan lagi menjadi penolong bagi manusia", tetapi Yesus Kristus'lah sebagai seorang juru selamat / penolong bagimu !

Oleh karena itu kalimat terakhir dari ayat Q.2:120; , maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Jadi apabila kalimat penutup / terakhir dalam ayat tersebut (Q.2:120) ditelan mentah-mentah akibatnya pribadi pembaca terpengaruh sehingga merasa takut kalau para pembaca percaya Yesus / menjadi pengikut Kristus atau "Kristen", akibat dari kesimpulan yang salah maka akan menimbulkan rasa "ketakutan" dalam diri pembaca Al Quran dengan beranggapan; bahwa Allah akan murka kalau pembaca mengikuti "mereka" sehingga Allah tidak akan menolong pembaca !

Oleh karena kesimpulan yang salah pada kalimat penutup dalam ayat tersebut, maka pembaca Al Quran berpendapat dengan menyama ratakan bahwa "mereka" yang tertulis diayat tersebut dianggap Yahudi dan Nasrani, akibatnya juga para pembaca Al Quran mem-vonis bahwa "orang Nasrani dimurkai Allah" (tidak ada satupun juga ayat Al Quran yang menyatakan orang Yahudi maupun Nasrani "dimurkai Allah"), sehingga akan timbul sifat dasar dari dalam diri manusia (para pembaca Al Quran): "Akulah / kelompok yang paling benar", hal inilah yang membuat hampir semua orang yang membaca Al Quran menjadi sulit untuk menerima kenyataan sejarah yang ada pada Kitab-kitab terdahulu terutama Injil Kristus.

Hal itulah yang membuat para pembaca lupa, bahwa Al Quran di zaman itu diturunkan sebagai bahan pelajaran bagi mereka yang berIman kepada Allah tetapi belum terpengaruh Yahudi dan Nasrani, agar para pembaca memilih berdasarkan petunjuk yang ada dalam Al Quran, yaitu mana yang benar dan mana yang keliru diantara keduanya, dengan didasari " ilmu pengetahuan" sejarah yang tertulis di dalam Kitab Taurat dan Injil Kristus.

Dengan demikian para pembaca Al Quran akan mengerti bahwa "Islam" adalah agama yang menegakkan kebenaran berarti bukan menyalahkan kebenaran yang memang sudah benar sebelumnya, yang sudah pasti dengan jalan mengkaji untuk mendapatkan kesimpulan dari salah satu kebenaran yang hakiki diantara keduanya, yaitu Yahudi atau Nasrani ?.

Oleh karena itu mereka orang-orang yang beriman tersebut harus patuh mempelajari / mengkaji Al Quran yang sarat dengan petunjuk (salah satunya Q.5:68, arahan membaca Injil, agar pembaca mengerti setelah mendapatkan pengetahuan) dan makna dari peringatan-peringatan yang ada dalam Al Quran yang bertujuan supaya pembaca memahami bahwa setelah "Yesus Kristus" hadir di dunia maka Allah bukan lagi penolong manusia (Q.2:120) melainkan wewenang tersebut sudah diberikan kepada "Yesus Kristus" Manusia Suci, oleh karena itu tujuan dari ayat-ayat yang ditulis secara tersamar dalam Al Quran bermaksud agar pembaca tahu bahwa "Dialah" sesungguhnya Manusia Illahi yang disebut Tuhan.

Oleh karena mereka menelan mentah-mentah seperti ayat Q.2:120/Q.3:102. Maka hampir semua orang-orang Mumin pembaca Al Quran tanpa sadar akan meremehkan juga ayat-ayat lain yang bersangkutan dalam Al Quran itu sendiri, yang bertujuan menjelasakan secara tersamar tentang siapa Tuhan yang sesungguhnya mempunyai wewenang / kuasa terhadap dunia beserta makhlukNya, karena Allah Maha Pengasih dan Penyayang maka agar semua orang di zaman itu (Al Quran diturunkan) lebih yakin bahwa "Dialah" Tuhan yang dikenal di dalam Injil dengan nama Yesus Kristus bertugas membebaskan manusia dari " Api Neraka / Penyiksaan" .

Jadi oleh karena kekeliruan itulah mengakibatkan hampir semua orang Mumin meng-imani setelah awal ke-mati saja sudah mengalami "siksa kubur", dimana yang sesungguhnya penyiksaan tersebut tidak lain adalah "Neraka", sebab penyiksaan tersebut bersifat "kekal", sehingga akan dialami selamanya karena tidak ada yang membangkitkannya dari kubur walaupun tiba hari berbangkit saat kiamat nanti, dimana hal itu sudah ditegaskan di Q.36:51-52.

Maka sampai hari ini jangan'lah kita heran, kalau kekeliruan yang terjadi kepada hampir semua orang Mumin diakibatkan karena hampir semua orang Mumin menelan mentah-mentah ayat-ayat Al Quran, sehingga mereka tanpa sadar terkekang / terkurung oleh ayat-ayat Al Quran itu sendiri akibat kesimpulan yang keliru, maka membuat hampir semua orang Mumin tidak akan mau keluar dari Al Quran untuk membaca "Alkitab".

Sesungguhnya yang perlu di ingat; bahwa kekeliruan tersebut akibat mereka orang-orang Mumin tidak memperhatikan / tidak memahami apa yang sudah dikatakan oleh Rasul Muhammad.

Dimana Rasul Muhammad sejak dahulu sudah memberikan gambaran yang bermakna sebuah "peringatan" kepada pembaca Al Quran, yang tertulis di Hadits Shahih Bukhari 1577 pada kalimat terakhir.

Beliau bersabda : ..... Tiadalah tinggal di neraka kecuali orang yang dipenjarakan Quran dan mesti kekal di dalamnya.

Itulah bukti tersamar bahwa sabda Rasul Muhammad diatas merupakan "peringatan" dan gambaran akibat dari pembaca Al Quran yang tidak mau membaca Injil Kristus, sehingga sampai matipun pembaca tidak akan percaya bahwa "Yesus Kristus" adalah Tuhan dan juru selamat manusia, yang pernah hadir dalam dunia nyata, oleh karena itu di Injil tertulis bahwa "Dia" berasal turun dari sorga dengan kata lain di dalam Al Quran tersirat "jelmaan" dari Roh Allah".

Oleh karena itu untuk menghindari tempat terkutuk / Neraka, hanya Tuhan Yesus Kristus diwaktu Dia masih berwujud manusia telah berjanji memberikan tempat yang diberkati bagi jiwa-jiwa yang percaya akan Allah dan juga percaya kepada Dia, tertulis di Injil Yahya 14:1-3. Begitu pula Allah memeritahkan kepada semua pembaca Al Quran agar ber do'a meminta tempat yang diberkati kepada Tuhan yang telah berjanji akan hal itu, hanya saja yang tertulis di Q.23:29 tersamar tanpa disebutkan namaNya .

Itulah suatu bukti tersamar pada Al Quran (contoh Q.23:29) bahwa Yesus Kristus diwaktu hidup di dunia memang "Dia" manusia, akan tetapi setelah bangkit dari antara orang mati maka terbukti bahwa "Dia" adalah Tuhan, sehingga 500 tahun kemudian Al Quran menegakkan kembali hal itu dengan ayat-ayat Mutasyabihatnya, agar di zaman itu orang-orang yang masih ragu bahkan bagi orang-orang yang tetap kafir terhadap Tuhan Yesus Kristus supaya mengkaji kembali melalui ayat-ayat Al Quran yang bersangkutan tentang siapa "Isa" dalam Al Quran dan siapa "Yesus Kristus" di dalam Injil.

Oleh karena itu misteri tersebut tidak akan terbongkar kalau pembaca Al Quran tidak mau membaca Injil Kristus dengan "hikmat Allah".

.

Jadi jelas mengapa orang-orang nasrani yang "radikal" selalu giat bukan membunuh orang yang kafir tehadap Tuhan Yesus Kristus, tetapi mengapa mereka giat memberitakan "Injil Keselamatan" ?

Hal itu mereka lakukan karena Yesus Kristus setelah bangkit dari kuburNya serta menampakkan Diri kemudian "Dia" berpesan agar "Injil" diberitakan keseluruh dunia, supaya semua manusia yang mempunyai telinga agar mendengar bahwa Dia Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat anda dan saya serta semua manusia yang merasa berdosa yang mau diselamatkan dengan jalan percaya kepadaNya !

.

Amien

---------------------

..

Demikian penjelasan singkat atas kenyataan yang saya alami, memang terlihat aneh tapi nyata!

Tulisan tentang "Kisah nyata" yang saya alami serta penjabarannya bertujuan supaya pembaca mengetahui, dan bukan untuk diperdebatkan !

Sebab kenyataannya, inti dari apa yang saya dapatkan bukan hasil bertanya kepada manusia !!!


Ref: Al Quran Terjemahan resmi Dept Agama cetakan 1984.

Al Quran Terjemahannya "hadiah dari Khadim al Haramain asy Syarifain" (Percetakan Al Qur'anul Karim di Medinah)

.......Injil cetakan 1971 / masih ejaan lama.

.

Tamat.



http://kisahmencarituhan.blogspot.com
.